(2) Adi Nugroho
(3) Rayhan Ahmad Zaki
*corresponding author
AbstractRambu Tuka’ dalam acara syukuran rumah adat Tongkonan merupakan bentuk komunikasi budaya yang sangat penting bagi masyarakat Toraja untuk menegaskan jati diri dan memperkuat kebersamaan sosial. Namun, di tengah perkembangan zaman dan perubahan cara berpikir generasi muda, pemahaman terhadap symbol-simbol dalam ritual ini mulai mengalami penurunan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola komunikasi dalam upacara Rambu Tuka’ berlangsung serta bagaimana ritual tersebut membentuk dan mempertahankan identitas budaya masyarakat di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual Rambu Tuka’ berfungsi sebagai sistem symbol yang menyampaikan nilai rasa syukur, asal-usul keluarga, dan pengakuan status sosial. Meskipun dikalangan generasi muda terjadi pergeseran makna dari pemahaman yang mendalam ke arah yang lebih melihat sisi penempilan atau estetika, akibat keterbatasan pemahaman bahasa dan pengaruh teknologi digital, ritual ini tetap berperan penting dalam menanamkan identitas budaya. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan adanya usaha dari generasi tua untuk menyesuaikan cara penyampaian makna ritual, sementara generasi muda melakukan adaptasi melalui media digital sebagai bentuk upaya mempertahankan budaya. Kesimpulannya, bahwa Rambu Tuka’ bukan hanya sekadar tradisi perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Toraja untuk merundingkan dan menjaga identitas mereka, dengan menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan modern saat ini. KeywordsKomunikasi Ritual; Identitas Budaya; Rambu Tuka'; Tongkonan.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jim.v10i3.2026.%25p |
Article metrics10.31604/jim.v10i3.2026.%p Abstract views : 0 |
Cite |
References
Carey, J.W. (1989). Communication as Culture: Essays on Media and Society. Boston: Unwin Hyman.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th en.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.
Hymes, D. (1974). Foundations in Sociolinguistics: An Ethnographic Approach. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Kurnia, N. (2022). Transformasi makna ritual dalam era digital. Jurnal Komunikasi budaya, 7(2), 120 – 132.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Theories of human communication (9th ed.). Belmont, CA: Wadsworth.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, Ca: Sage Publications.
Moelong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Morissan. (2012). Teori komunikasi individu hingga massa. Jakarta: Kencana.
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Communication between cultures (7th ed.). Boston: Wadsworth.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









