Partisipasi Masyarakat Dan Dampak Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Di Kelurahan Tanjung Riau Kota Batam

(1) * Mahyudin Mahyudin Mail (Andalas University, Indonesia)
(2) Melinda Noer Mail (Andalas University, Indonesia)
(3) Ifdal Ifdal Mail (Andalas University, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dan dampak Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Tanjung Riau, Kota Batam. Latar belakang penelitian didasari masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program KOTAKU sehingga belum optimalnya dampak dari program tersebut secara keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat partisipasi masyarakat serta mengidentifikasi dampak program dari aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan/keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan sampel 80 responden untuk kajian partisipasi dan wawancara kepada 15 informan untuk kajian dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada level informing, di mana masyarakat diberikan informasi tentang hak-hak mereka, tanggung jawab dan berbagai pilihan namun masih tidak ada jaminan dalam pengambilan keputusan strategis. Perubahan program paling nyata terlihat pada perbaikan infrastruktur lingkungan, sementara dampak sosial dan ekonomi bersifat moderat dan belum berkelanjutan. Kelembagaan lokal seperti BKM dan KPP menunjukkan penguatan awal, tetapi mengalami penurunan fungsi pasca program. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kualitas partisipasi masyarakat, di mana partisipasi bermakna mendorong efektivitas dan keberlanjutan hasil pembangunan.

Keywords


Partisipasi Masyarakat; Dampak Program; KOTAKU

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i2.2026.1403-1411
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i2.2026.1403-1411 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.

Badan Pusat Statistik Kota Batam. (2020). Kota Batam dalam angka 2020. BPS Kota Batam.

Chambers, R. (1995). Poverty and livelihoods: Whose reality counts? Environment and Urbanization, 7(1), 173–204.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2016). Pedoman/Petunjuk pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kementerian PUPR.

Friedmann, J. (1966). Regional development policy: A case study of Venezuela. MIT Press.

Kelurahan Tanjung Riau. (2021). Laporan Rencana Penataan Lingkungan (RPL) Tanjung Riau.

Lewis, W. A. (1954). Economic development with unlimited supplies of labour. The Manchester School, 22(2), 139–191.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2018 tentang pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh. (2018).

Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2004. (2004). [Judul perda tidak tercantum di file]. Pemerintah Kota Batam.

Perroux, F. (1950). Economic space: Theory and applications. The Quarterly Journal of Economics, 64(1), 89–104.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1945).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman. (2011).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.