Pencegahan Penyimpangan Sosial Melalui Tradisi Budaya Lokal: Pacu Jalur

(1) * Agliana Yusma Mail (Universitas Indonesia, Indonesia)
(2) Iqrak Sulhin Mail (Universitas Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Pacu Jalur sebagai strategi pencegahan penyimpangan sosial di kalangan pemuda Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam terhadap narasumber, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pacu Jalur. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tradisi Pacu Jalur tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai institusi sosial yang menanamkan nilai-nilai karakter, seperti gotong royong, religiusitas, disiplin, tanggung jawab, persatuan, sikap bersahabat, kerja keras, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pola latihan yang teratur, kepatuhan terhadap ketentuan, penerapan sanksi sosial, pelaksanaan doa bersama, serta pengawasan kolektif oleh pelatih, pengurus, dan masyarakat. Internalisasi nilai-nilai tersebut terbukti mampu mendorong perubahan perilaku pemuda ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya disiplin, rasa tanggung jawab, serta menurunnya kecenderungan terhadap perilaku menyimpang. Dengan demikian, tradisi Pacu Jalur dapat dipandang sebagai bentuk pencegahan penyimpangan sosial berbasis budaya lokal yang efektif dan berkelanjutan, serta memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter dan ketahanan sosial pemuda di tengah dinamika perubahan masyarakat.


Keywords


Pacu Jalur; Pencegahan; Penyimpangan Sosial

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i1.2026.461-473
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i1.2026.461-473 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Albrecht, H.-J. (2010). Crime prevention: Approaches, practices and evaluations. Springer.

Amalia, S. (2022). Analisis dampak korupsi pada masyarakat (Studi kasus korupsi pembangunan shelter tsunami di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang). Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 3(1), 54–76. https://doi.org/10.57266/epistemik.v3i1.77

Bobyanti, F. (2023). Kenakalan remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1(2), 476–481. https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i2.1402

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Carter, N., Bryant?Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Cohen, L., & Felson, M. (1979). Social change and crime rate trends: A routine activity approach. American Sociological Review, 44(4), 588–608.

Creswell, J. W. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Open, 6(1), 1–9.

Dako, R. T. (2012). Kenakalan remaja. Jurnal Inovasi, 9(2), 192.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). Introduction: The discipline and practice of qualitative research. The SAGE handbook of qualitative research, 1(1), 1–26.

Despiana, A. (2022). Dampak kebiasaan begadang terhadap pola tidur dan kesehatan bagi remaja di Kaum Jepara. Artikel Mini Riset Humaniora, 11(2), 50–57. https://doi.org/10.31219/osf.io/23hs6

Fauzan, A. (2015). Pacu jalur sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa FISIP, 2(2), 1–12.

Formaninsi, R. (2014). Stigma masyarakat terhadap keluarga pelaku pembunuhan (Skripsi). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu.

Harahap, Y. F., & Siregar, P. A. (2023). Persepsi mahasiswa terhadap begadang malam di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. IJOH: Indonesian Journal of Public Health, 1(3), 239–246. https://doi.org/10.61214/ijoh.v1i3.161

Harto, S., & Syofian, S. (2021). Pemberdayaan generasi milenial tourisme dalam festival Pacu Jalur tradisional Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Niara, 14(1), 135–141. https://doi.org/10.31849/niara.v14i1.5389

Hendra, T., Adzani, S. A. N., & Muslim, K. L. (2023). Dakwah Islam dan kearifan budaya lokal: Konsep dan strategi menyebarkan ajaran Islam. Journal of Da'wah, 2(1), 65–82. https://doi.org/10.32939/jd.v2i1.2660

Hendri, M., & Erlisnawati, E. (2017). Nilai karakter dalam budaya pacu jalur pada masyarakat Teluk Kuantan Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 49–66. https://doi.org/10.31326/jipgsd.v1i1.280

Hirschi, T. (1969). Causes of delinquency. University of California Press.

Hisyam, J. (2015). Sosiologi perilaku menyimpang. LPP Press Universitas Negeri Jakarta.

Kartono, K. (2009). Patologi sosial. Rajawali Pers.

Kartono, K. (2010). Patologi sosial. Raja Grafindo Persada.

Latif, S. A., & Zulherawan, M. (2019). Penyimpangan sosial dalam perilaku seks bebas di kalangan remaja. Sisi Lain Realita, 4(2), 56–75. https://doi.org/10.25299/sisilainrealita.2019.4827

Maharani, A. I., Nainggolan, A. C., Istiharoh, I., Putri, P. A., & Pratama, R. A. (2023). Analisis fenomena penyimpangan sosial: Tawuran remaja dalam teori anomie Emile Durkheim. JISPENDIORA, 2(3), 139–154. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.978

Mahmud, H. (2020). Hukum khamr dalam perspektif Islam. MADDIKA: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 28–47.

Malihah, E., Nurbayani, S., & Anggraeni, L. (2020). Why is there zero women candidate for governor election in West Java, Indonesia? Komunitas, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/komunitas.v12i1.21373

Milovanovic, D. (1997). Dueling paradigms: Modernist versus postmodernist thought. Dalam Postmodern criminology. Garland Publishing.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Ningtiasih, S. W., & Saboimah, S. (2021). Bentuk-bentuk penyimpangan sosial dalam masyarakat. Journal of Social Knowledge Education, 2(2), 35–38. https://doi.org/10.37251/jske.v2i2.385

Njatrijani, R. (2018). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16–31. https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580

Nugroho, A. (2019). Dampak negatif begadang terhadap kesehatan fisik dan mental remaja. Jurnal Kedokteran Remaja, 7(1), 78–92.

Paramaswasti, Y. B., & Mediatati, N. (2023). Upaya preventif dan represif pihak kepolisian dan sekolah dalam mengatasi tawuran antar pelajar. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7), 5291–5300.

Putri, S. (2022). Hubungan pola tidur dengan risiko obesitas dan diabetes pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 112–125.

Rachmawati, A. F. (2022). Dampak korupsi dalam perkembangan ekonomi dan penegakan hukum di Indonesia. Eksaminasi: Jurnal Hukum, 1(1), 12–19. https://doi.org/10.37729/eksaminasi.v1i1.1185

Rakhmatiah, R. K. (2020). Kearifan lokal sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja. Jurnal Syntax Admiration, 1(7), 917–926.

Ramadhan, F. (2021). Penyimpangan sosial dan perilaku remaja di Indonesia. Jurnal Sosiologi Nusantara, 7(2), 112–123.

Ramailis, N. W. (2017). Homo Seksual Potret Perilaku Seksual Menyimpang Dalam Perspektif Kriminologi, Islam dan Budaya Melayu. Sisi Lain Realita, 2(2), 01–12. https://doi.org/10.25299/sisilainrealita.2017.vol2(2).2455

Rista, F. (2014). Stigma masyarakat terhadap keluarga pelaku pembunuhan (Skripsi, Universitas Bengkulu).

Rofiah, N. (2019). Warisan budaya takbenda dan identitas nasional. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 14(1), 33–44.

Silawati, S., & Aslati, A. (2014). Menguak nilai-nilai magis pada tradisi pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Sosial Budaya, 11(2), 237–250. https://doi.org/10.24014/sb.v11i2.837

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2014). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Stylo, I. (2022). Hobi begadang bikin badan gemuk: Ternyata ini penyebabnya. https://stylo.grid.id

Sudarto, A. (2020). Fenomena perilaku menyimpang dalam masyarakat modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 45–55.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutherland, E. H., & Cressey, D. R. (1992). Criminology (10th ed.). Lippincott.

Taylor, S. J., & Bogdan, R. (1998). Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource.

Tiaraputri, A., & Diana, L. (2020). Konsep perlindungan Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Gagasan Hukum, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.31849/jgh.v2i01.8227

Wulandari, P. (2015). Pencegahan perilaku menyimpang dalam perspektif sosial. Pustaka Pelajar.

Yin, R. K. (2016). Qualitative research from start to finish. Journal of Mixed Methods Research, 10(3), 319–321.

Yudharia, D. (2016). Apa pengertian begadang? https://www.alodokter.com

Zein, A. F., Hadiwijoyo, S. S., & Yanuartha, R. A. (2024). Fenomena penyalahgunaan ruang publik: Dinamika penyimpangan sosial terhadap norma di Taman Tingkir Kota Salatiga. Innovative, 4(4), 2129–2142. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13238

Thio, A. (2013). Deviance and social control in a changing society. International Journal of Criminology and Sociology, 2, 113–122. https://doi.org/10.6000/1929-4409.2013.02.11


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.