(2) St. Junaeda
(3) Andi Octamaya Tenri Awaru
*corresponding author
AbstractMasyarakat adat Ammatoa Kajang merupakan salah satu masyarakat yang masih memegang teguh tradisi kelokalan yang berpengaruh sampai ke bidang pendidikan yang dianut. Pendidikan Masyarakat adat Kajang dominan berkutat pada pendidikan informal seperti pengetahuan yang diajarkan oleh keluarga deengan berdasar kepada Pasang ri Kajang. Di tengah majunya pendidikan formal di Indonesia, pendidikan informal Kajang masih berlaku sampai saat ini, meskipun filtrasinya telah terkikis arus transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan transformasi pendidikan di Kawasan Adat Kajang. Jenis penelitian berupa deskriptif menggunakan data kualitatif, informan terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, siswa dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pendidikan informal mendominasi jenis pendidikan di lingkungan masyarakat adat Kajang dibandingkan pendidikan berbasis formal, sedangkan pendidikan non-formal diselenggarakan di luar wilayah kawasan adat. (2) Transformasi yang berlangsung di pendidikan kawasan adat adalah praktik pendidikan, strategi pembelajaran dan penggunaan teknologi.
KeywordsAdat; Kajang; Masyarakat; Pendidikan; Transformasi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jim.v10i1.2026.79-88 |
Article metrics10.31604/jim.v10i1.2026.79-88 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Asyari, H., Syaripullah, S., & Iraw/an, R. (2017). Pendidikan dalam Pandangan Masyarakat Baduy Dalam. IJER (Indonesian Journal of Educational Research), 2(1), 11.
Dewi, E. (2012). Transformasi Sosial dan Nilai Agama. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 14(1), 112-121.Rinawati, A. (2015). Transformasi pendidikan untuk menghadapi globalisasi. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 3(1).
Faznur, L. S., Khaerunnisa, K., Lutfi, L., & Rohim, A. (2020, October). Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Daring. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ (Vol. 2020).
Hafid, A. (2013). Ammatoa dalam kelembagaan komunitas adat kajang. Makassar : De La Macca (Hasan & Hasrudin, 2019).
Hasan, H., & Nur, H. (2019). Patuntung Sebagai Kepercayaan Masyarakat Kajang Dalam (Ilalang Embayya) Di Kabupaten Bulukumba. Phinisi Integration Review, 2(2), 185-200.
Hatimah, I. (2016). Regulasi Dan Implementasi Pendidikan Informal. Pedagogia, 13(1), 194-202.
Ikbal, M., & Ahmadin, A. (2018). Pendidikan Formal Masyarakat Adat Kajang. Jurnal Pattingalloang: Pemikiran Pendidikan Dan Penelitian Kesejarahan, 5(3), 30-38.
Koentjaraningrat. (1997). Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sujarweni, W. (2023). Metodologi Penelitian. Bantul : PT. Pustaka Baru
Syaadah, R., Ary, M. H. A. A., Silitonga, N., & Rangkuty, S. F. (2022). Pendidikan formal, Pendidikan non formal Dan Pendidikan informal. PEMA (Jurnal pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat), 2(2), 125-131.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










Download