Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengurangi Prevalensi Stunting Di Kota Bandung Tahun 2023

(1) * Dady Ramli Mail (Universitas Padjajaran, Indonesia)
(2) Novie Indrawati Sagita Mail (Universitas Padjajaran, Indonesia)
(3) Jajang Sutisna Mail (Universitas Padjajaran, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di Kota Bandung yang mencapai 19,4% pada tahun 2022 - jauh di atas target 14%. Untuk menurunkan angka tersebut dan memenuhi target, Pemerintah Kota Bandung telah melakukan berbagai inisiatif, termasuk intervensi yang tepat sasaran, program-program inovatif, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kerangka teori yang digunakan adalah Strategi Pemerintah Geoff Mulgan, yang dianalisis melalui lima dimensi: tujuan, lingkungan, arah, tindakan, dan pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan beberapa masalah dalam strategi pengurangan stunting di Kota Bandung. Hal ini mencakup keterbatasan kemampuan di antara organisasi lokal dalam Tim Percepatan Pengurangan Stunting, yang memengaruhi komunikasi, koordinasi, dan penggunaan anggaran yang efektif. Selain itu, terdapat ketidakakuratan dalam pencatatan pengukuran balita oleh petugas kesehatan masyarakat, distribusi program makanan tambahan yang tidak merata, serta upaya komunikasi dan edukasi yang kurang optimal oleh tim terkait. Faktor-faktor ini telah menghambat kota ini untuk mencapai target penurunan stunting sebesar 14%.


Keywords


Strategi Pemerintah, Stunting, Pemerintah Daerah, Kota Bandung

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v9i1.2025.311-321
      

Article metrics

10.31604/jim.v9i1.2025.311-321 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis faktor-faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita (0-59 bulan) di negara berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247-256.

Archda, R., & Tumangger, J. (2019). Hulu-hilir penanggulangan stunting di Indonesia.

Aryu, C. (2020). Buku Epidemiologi Stunting.

Bandung, D. K. (2022). Profil Kesehatan Kota Bandung tahun 2022. Bandung: Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Duadji, N. (2012). Good Governance dalam Pemerintah Daerah. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 28(2), 201-209.

Essa, W. Y. (2020). Strategi Penanganan Stunting Kota Bandung. Bandung: Bappelitbang.

Fauzi, A. (2019). Otonomi daerah dalam kerangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik. Spektrum Hukum, 16(1), 119-136.

Haboddin, M. (2015). Pengantar Ilmu Pemerintahan. Universitas Brawijaya Press.

Helmyati, S., Atmaka, D. R., Wisnusanti, S. U., & Wigati, M. (2020). Stunting: Permasalahan dan Penanganannya. UGM Press.

Humphrey, A. J. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 250-265.

Juliansyah, E. (2017). Strategi pengembangan sumber daya perusahaan dalam meningkatkan kinerja PDAM Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ekonomak, 3(2), 19-37.

Labolo, M. (2023). Memahami Ilmu Pemerintahan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Mitra, M. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254-261.

Moleong, Lexy J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurcholis, Hanif. (2007). Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Jakarta: Grasindo.

Priyono, P. (2020). Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang). Jurnal Good Governance.

Rahayu, A. S. (2022). Pengantar Pemerintahan Daerah: Kajian Teori, Hukum dan Aplikasinya. Sinar Grafika.

Rahman, F. (2018). Teori Pemerintahan. Universitas Brawijaya Press.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.

Riani, N. K. (2021). Strategi peningkatan pelayanan publik. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(11), 2443-2452.

Rusfiana, Y., & Supriyatna, C. (2021). Memahami Birokrasi Pemerintahan dan Perkembangannya.

Salusu, J. (2003). Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non Profit. Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Sitokdana, M. N., & Tanaamah, A. R. (2016). Strategi Pembangunan e-Culture di Indonesia. Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, 2(2).

Sudikno, d. (2019). Laporan Akhir Penelitian Studi Status Gizi Balita di Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan.

Susanti, M., & Mardhiah, N. (2022). Strategi Pemerintah Simeulue dalam Penanganan Prevalensi Stunting pada Anak Balita. Journal of Social and Policy Issues, 1-6.

Syaï¬ie, I. K. (2022). Ilmu Pemerintahan. Bumi Aksara.

Thahir, B. (2019). Pemerintah dan Pemerintahan Indonesia (Sebuah Bunga Rampai).

Turmidzi, I. (2022). Implementasi Perencanaan Strategis dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah. Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 5(2), 90-100.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.