Penghayatan Nilai-Nilai Religius Melalui Hukum Adat Dalam Ritual Wulla Poddu Di Kampung Tarung Waitabar

(1) * Artono Bali Peka Lero Mail (Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia)
(2) Yulius Rustan Effendi Mail (Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Rumah tradisional di Kampung Adat Tarung Waitabar berperan sebagai pusat kehidupan bagi komunitas kecil disana, rumah adat tidak hanya berfungsi, perlindungan juga berinteraksi dengan makhluk hidup. Rumah adat juga menjadi pusat pembentuk masyarakat. Penelitian ini dilakukakan di kampung adat tarung waitabar, yang terletak di Kelurahan Wailiang, Kecamatan loli. Pendidik terdiri dari penganut tradisional menunjukun bahwa di kampung tarung waitabar memiliki makna mendalam bagi masyrakat setempat.rumah adat di anggap pemujaansebagai pusat keluarga penyimpanan untuk memelihara. Makna tarung waitabar mencakup dalam yang mencerminkan pembagian peran gender dalam masyarakat Sumba. Selain itu, rumah adat berfungsi sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan makhluk lainnya. Masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari dengan keyakinan bahwa Tuhan memiliki otoritas untuk mengawasi setiap tindakan mereka

Keywords


Nilai Budaya, Hukum Adat, Ritual Wulla Poddu

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v9i1.2025.82-92
      

Article metrics

10.31604/jim.v9i1.2025.82-92 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Cahyani, L. B. (2018). Representasi ketidakadilan gender dalam film. Jurnal Komunikasi.

Kapita, Oemboe Hina. 2008. *Sejarah Pergumulan Injil di Sumba*. Waingapu: Sinode Gereja Kristen Sumba.

Oktavia, S., & Yanuar, Y. (2022). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. *Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan*, 4(1), 206-213.

Saraswati, D. (2020). Representasi Perempuan Dalam Ketidakadilan Gender Pada Film *“Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babakâ€*: Ditinjau Melalui Analisis Wacana Kritis (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta). *Massa*, 1(1), 1-20.

Sugiyono. 2016. *Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D*. Bandung: PT Alfabet.

Sunartin dkk. 2022. ‘Ritus Kadiano Ghuse Pada Suku Muna Di Kecamaatan Napabalano Kabupaten Muna’. *JPeB Jurnal Pendidikan Budaya*, Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara, 5(2):71-80. e-ISSN: 2502-3268.

Suyatno. 2013. ‘Revitalisasi Kearifan Lokal Sebagai Upaya Penguatan Indentitas Keindonesiaan’. Dalam *Internet Online*, April.

Tananal. 1985. *Pengabdian Dan Perjuangan Ambon*. Yogyakarta: Kapata.

Wedasantara, I. B. O., & Suarsana, I. N. (2019). Formalisasi Beragama Penganut Marapu Melalui Pendidikan Formal Pada Masyarakat Kampung Tarung Di Sumba Barat, NTT.

Wellem, F. D. (2004). *Injil dan Marapu*. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Yanuar, Y. Analisis Semiotika Foto Cerita Rupa Masyarakat Sumba Di *Beritagar.Id* (Bachelor's thesis, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.