(2) Mitro Subroto
*corresponding author
AbstractPenelitian ini mengkaji pemenuhan hak disabilitas dalam konteks membangun integrasi bangsa di Lapas Indonesia. Penyandang disabilitas sering mengalami marginalisasi dan hambatan dalam partisipasi sosial. Penelitian ini menganalisis aksesibilitas fisik fasilitas, program pendidikan dan pelatihan inklusif, pelayanan kesehatan yang memadai, dan partisipasi dalam program rehabilitasi sosial di lapas. Hasilnya mengindikasikan kurangnya aksesibilitas fisik, program pendidikan yang terbatas, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, dan stigma sosial sebagai hambatan utama dalam pemenuhan hak disabilitas. Integrasi narapidana disabilitas dapat mendukung pembangunan bangsa yang inklusif. Studi ini merekomendasikan perbaikan aksesibilitas fisik fasilitas, pengembangan program pendidikan inklusif yang sesuai, peningkatan pelayanan kesehatan yang memadai, dan upaya pengurangan stigma sosial. Dengan mengatasi hambatan-hambatan ini, diharapkan narapidana disabilitas dapat lebih berpartisipasi dalam masyarakat setelah pembebasan, berkontribusi positif, dan mengurangi risiko keterlibatan kembali dalam tindakan kriminal. Kata Kunci: Narapidana Disabilitas, Hak Narapidana, Lapas Indonesia |
DOIhttps://doi.org/10.31604/jim.v7i3.2023.826-832 |
Article metrics10.31604/jim.v7i3.2023.826-832 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










Download