EDUKASI “MANSET IBUKU” DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI REMAJA SEBAGAI PENDUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI WILAYAH KEPULAUAN

(1) * Rita Komalasari Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(2) Siti Maulidya Sari Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(3) Ahmad Mubarik Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(4) Yusnita Yusnita Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(5) Dini Widianti Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(6) Intan Farida Yasmin Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(7) Dhinasty Armenia Wirakusumah Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(8) Citra Fitri Agustina Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(9) Tuty Herawaty Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(10) Zwasta Pribadi Mahardhika Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(11) Lilian Batubara Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
(12) Danang Aji Pangestu Mail (Universitas YARSI, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dukungan edukasi gizi agar siswa memiliki pengetahuan yang memadai dalam memilih makanan sehat dan bergizi. Kondisi ini menjadi penting pada wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses pangan serta permasalahan gizi ganda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makanan sehat, bergizi, dan seimbang melalui edukasi Makanan Sehat, Bergizi, dan Kuat (Manset Ibuku) sebagai upaya mendukung pelaksanaan MBG di SMPN 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kegiatan menggunakan pendekatan promotif dan preventif dengan desain one-group pre-test-post-test. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi dan demonstrasi contoh penyusunan menu sehat dengan memanfaatkan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan setempat. Sebanyak 73 siswa kelas VII–IX mengikuti pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner yang sama sebelum dan setelah edukasi. Analisis dilakukan secara deskriptif, sedangkan perubahan skor pengetahuan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Perbedaan skor berdasarkan kelas dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis, sedangkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin dianalisis menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,78 ± 1,78 pada pre-test menjadi 9,11 ± 1,69 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 0,33 poin dan berbeda secara signifikan (p=0,033). Peningkatan terbesar ditemukan pada siswa kelas IX, yaitu 0,67 poin (p=0,008). Terdapat perbedaan skor post-test antar kelas (p=0,006), tetapi tidak ditemukan perbedaan bermakna berdasarkan jenis kelamin terhadap perubahan skor pengetahuan. Edukasi Manset Ibuku dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makanan sehat dan bergizi serta berpotensi menjadi komponen pendukung edukatif dalam pelaksanaan MBG di wilayah kepulauan. Namun, peningkatan pengetahuan belum dapat diartikan sebagai perubahan perilaku makan atau perbaikan status gizi sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan dan evaluasi lebih lanjut

Keywords


remaja; makanan sehat; pendidikan gizi; Program Makan Bergizi Gratis; wilayah kepulauan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i10.4028-4041
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Afriani, M., & Gunawan, A. A. (2026). Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya peningkatan pengetahuan gizi dan perilaku makan sehat siswa Sekolah Dasar Negeri 011 Sekupang Batam. Jurnal Tiyasadarma, 3(2), 91–101.

Food and Agriculture Organization of the United Nations, & World Health Organization. (2024). What are healthy diets? Joint statement by the Food and Agriculture Organization of the United Nations and the World Health Organization. FAO & WHO.

Green, L. W., and Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Hikmanti, A., Adriani, F. H. N., & Dewi, F. K. (2025). Deteksi dini kesehatan remaja dalam upaya gerakan tekan obesitas dan anemia pada remaja. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(4), 2128–2136.

Irawatie, A., Manihuruk, H., & Wahyuningtyas, W. (2026). Peningkatan literasi kesehatan siswa tentang makanan bergizi sebagai upaya penguatan karakter bela negara non-militer. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 813–819.

Irawati, I. (2026). Hubungan pola konsumsi makanan dengan status gizi pada remaja. Jurnal Gizi, 1(1), 33–41.

Ismiati, I., Asyura, S., Fitriana, N., Pratiwi, R. A., Ibrahim, I., & Nisa, R. (2025). Pentingnya peran gizi seimbang bagi remaja dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 11(2), 803–810.

Komalasari, R., Evry, N. I., Widianti, D., Maulidya, S., Yasmin, I. F., Batubara, L., ... & Rahayu, S. (2025). Nutritional status and anemia in adolescents: Preparation of a nutritional lunch program at SMPN 01 Kepulauan Seribu. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 6(2).

Kusumawardani, H., Rakhma, L. R., Laili, N. A., Putri, A. M., Anggraini, D., Rosida, S. M., ... & Salsabila, C. A. A. (2022). Peningkatan pengetahuan remaja mengenai pemenuhan gizi seimbang melalui isi piringku di MAN 1 Surakarta. Jurnal Abdi Insani, 9(3), 1200–1208.

Lisa, L., Merli, M., Puji, P., Nova, N., Rahma, R., Annisa, A., ... & Marniati, M. (2025). Edukasi gizi seimbang untuk meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak sekolah dasar. Zona: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 195–206.

Maku, K. R. M., Bedho, I. B., and Unde, M. (2026). Peran gizi seimbang dan kesehatan dalam optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini. Jurnal Citra Pendidikan Anak, 5(1), 86–96.

Nirmala, K. S., Wulandari, R. F., & Africia, F. (2024). Pola konsumsi dan status nutrisi pada remaja. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 15(2), 166–171.

Noviyanti, N. I., Johan, R. B., & Padlilah, R. (2024). Analisis pengaruh status gizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Hangtuah Kota Tarakan. Journal of Issues in Midwifery, 8(1), 11–18.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Shofiyyatunnisaak, N. A., Rose, S., & Rizky, W. (2026). Penyuluhan penyusunan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) berbasis pangan lokal di Kelurahan Joglo Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 680–685.

Sinaga, T. R., Purba, S. D., Purba, I. E., Siburian, P. T., & Pasaribu, C. D. (2026). Ayo makan bergizi setiap hari! Pengukuran status gizi anak dalam mendukung Program MBG di TK Kalam Kudus Medan. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(4), 1394–1401. https://doi.org/10.31604/jpm.v9i4.1394-1401

Wahyuni, A., Marjanah, M., Indriaty, I., Mistar, J., & Rahmati. (2026). Penyuluhan pemahaman gizi, sumber pangan, dan pengolahan makanan sehat sebagai bentuk tanggap bencana bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(4), 1595–1605. https://doi.org/10.31604/jpm.v9i4.1595-1605

World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. World Health Organization.

World Health Organization. (2026). Healthy diet. World Health Organization.

Yusnita, Y., Batubara, L., & Komalasari, R. (2026). Pemetaan kesiapan sekolah dan status gizi siswa untuk Program Makan Bergizi Gratis di wilayah kepulauan. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(6), 2347–2360. https://doi.org/10.31604/jpm.v9i6.2347-2360


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.