PENDAMPINGAN GURU-GURU YPII (YAYASAN PENYELENGGARAAN ILAHI INDONESIA) DALAM PENGUATAN BUDAYA MENELITI DAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(1) Arfin Arfin Mail (Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia)
(2) Christina Ester Manthalina Hutabarat Mail (Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia)
(3) * Melania Eva Wulanningtyas Mail (Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan budaya meneliti secara berkelanjutan, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ilahi Indonesia (YPII), melalui kegiatan pendampingan para guru yang mengajar di beberapa sekolah yang di naungi Yayasan tersebut. Kegiatan dilaksanakan Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, observasi pembelajaran, pendampingan guru, refleksi jurnal harian, diskusi daring, pengembangan modul pembelajaran, serta kegiatan akhir berupa gelar karya dan showcase penelitian siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa budaya meneliti mulai berkembang secara bertahap di setiap jenjang pendidikan sesuai karakteristik peserta didik. Pada jenjang TK, budaya meneliti tumbuh melalui aktivitas eksploratif dan pembiasaan observasi sederhana. Pada jenjang SD, implementasi Project-Based Learning (PjBL) mendorong siswa belajar melalui proyek kontekstual yang berkaitan dengan isu limbah makanan dan lingkungan. Sementara itu, pada jenjang SMP dan SMA, Mata Pelajaran Penelitian mulai membangun keterampilan siswa dalam menyusun proposal, mengumpulkan dan menganalisis data, hingga mempresentasikan hasil penelitian secara sistematis. Selain itu, guru menunjukkan perkembangan dalam merancang pembelajaran yang lebih reflektif, kolaboratif, dan berbasis inkuiri. Meskipun pelaksanaan program masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pendampingan, variasi kemampuan siswa, dan penguatan koordinasi antar guru, program ini menunjukkan bahwa budaya meneliti dapat dibangun melalui pembelajaran yang kontekstual, konsisten, dan berpusat pada siswa. Pengembangan modul pembelajaran pada setiap jenjang juga menjadi salah satu bentuk penguatan implementasi program agar praktik pembelajaran mendalam dapat berlangsung secara lebih terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan YPII

Keywords


pembelajaran mendalam, budaya meneliti berkelanjutan, pendampingan guru, Project-Based Learning

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i9.3763-3773
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adnyana, I. K. S. (2024). Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Retorika, 5(1), 1–14.

Andre, M., & Nursyamsiah, S. (2023). Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2), 87–106.

Azizah, A. (2023). Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran (JPPP), 4(3), 224–231. https://doi.org/10.30596/jppp.v4i3.16453

Diputera, A. M., Zulpan, Z., & Eza, G. N. (2024). Memahami Konsep Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Yang Meaningful , Mindful dan Joyful : Kajian Melalui Filsafat Pendidikan. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas (BRUE), 10(2), 108–120.

Fitra, D. (2023). Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Modern. Jurnal Inovasi Edukasi, 06(02), 149–156.

Mandasari, N. K., Harahap, N. M., Humayroh, A. P., & Salsabila, S. (2025). Analisis Implementasi dan Tantangan Kurikulum Merdeka bagi Guru di SDN 101766 Bandar Setia. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran Dan Ilmu Sosial, 3(2), 63–70.

Saputra, W. H. B., Affandi, A., & Elhafidy, N. (2023). Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Konsep Dasar IPA SD di Kelas I K Universitas Muhammadiyah Makassar. Jurnal IQRA: Jurnal Pendidikan Islam, 3, 15–20.

Sari, S., Permatasari, R., & Mayasari, L. I. (2021). Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Faktor Munculnya Rasa Kebangsaan di Indonesia pada Kelas V SDN Rawamangun 01 Pagi. Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara II.

Setiawati, Y. (2022). Upaya peningkatan hasil belajar siswa dengan pendekatan sainstifik. GAHWA: Journal of Islamic Education, 1(1), 1–17.

Sitopu, J. W., Pitra, D. H., Muhammadiah, M., Nurmiati, A. S., Purba, I. R., & Sari, M. N. (2023). Peningkatan Kualitas Guru: Pelatihan dan Pengembangan Profesional dalam Pendidikan. Community Development Journal, 4(6), 13441–13447.

Suja, I. W. (2019). Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran. Seminar Doktor Berbagi: "Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Abad XX, 1–9.

Suyanto. (2025). Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Tunas, K. O., & Pangkey, R. D. H. (2024). Kurikulum Merdeka : Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Kebebasan dan Fleksibilitas. Journal of Education, 06(04), 22031–22040.

Wulanningtyas, M. E., Hutabarat, C. E. M., Waresindo, W. X., & Arfin, A. (2025). Program Matrikulasi : Pendampingan Calon Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. MARTABE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(7), 2710–2720. https://doi.org/10.31604/jpm.v8i7.2710-2720

Zulqaidah, Z., Harahap, H., Tanjung, R. S., Dermawan, M. M., & Darmasah, T. (2024). Peran Kebijakan Kurikulum Merdeka Terhadap Kesiapan Guru dan Hasil Belajar Peserta Didik. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(December), 122–129.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.