(2) Rina Susanti
*corresponding author
AbstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena pemukiman kumuh pada ruang sungai di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Umumnya pemukiman kumuh diidentikkan dengan wilayah perkotaan namun hal ini terjadi di wilayah pedesaan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi representasi perilaku masyarakat pemukiman kumuh pada ruang sungai serta menganalisis faktor-faktor sosiologis yang mempengaruhinya. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan total responden sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal tepat di pemukiman kumuh pada bantaran sungai. Analisis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori sosiologi behavioral dari B.F. Skinner. Hasil penelitian menunjukkan representasi perilaku masyarakat terhadap sungai secara mayoritas cenderung negatif yaitu sebesar 52,6% 30 responden, sedangkan perilaku positif berada di angka 47,4% 27 responden. Di sisi lain, hasil terhadap faktor penyebab menunjukkan nilai yang sangat dominan pada ketiga indikator, yaitu faktor pengetahuan skor 1253, faktor sosial skor 643, dan faktor budaya skor 623. Kesimpulannya penelitian ini mengungkap adanya kesenjangan antara aspek kognitif di dalam pikiran warga dengan tindakan nyata mereka di lapangan. B.F. Skinner, tingginya pengetahuan, nilai sosial, dan budaya warga baru sebatas membentuk perilaku tertutup (covert behavior) karena tidak didukung oleh stimulus fisik berupa ketersediaan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi. Keterbatasan infrastruktur di pemukiman kumuh memaksa mayoritas masyarakat untuk tetap memunculkan respons operan negatif
KeywordsPerilaku Masyarakat, Pemukiman Kumuh, Ruang Sungai
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i7.%25p |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amalia, F., Prima, L., Drastiani, R., & Komariah, S. L. (2022). Kajian Permukiman Kumuh Tepian Sungai Ditinjau Dari Karakter Spasial Kawasan ( Kelurahan Gandus Palembang ). Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan, 2(2), 85–92.
Handayani, T., & Setiawan, B. (2023). Tipologi perilaku sosial masyarakat pemukiman padat dalam pemanfaatan ruang publik sungai. Jurnal Analisis Sosiologi, 12(2), 145-160.
Pratama, A. (2022). Konstruksi sosial dan faktor lingkungan: Studi sosiologi perilaku masyarakat bantaran sungai. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 9(2), 75-88.
Turnip, D. S. P., Hasyim, A. W., & Parlindungan, J. (2022). Pengendalian Pemanfaatan Ruang pada Kawasan Sempadan Sungai (Studi Kasus: Sempadan Sungai Brantas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Planning for Urban Region and Environment, 11(3), 37–46.
Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pub. L. No. 1 (2011).
Wijaya, T. (2023). Analisis faktor pengetahuan, sosial, dan budaya terhadap partisipasi kelestarian daerah aliran sungai. Jurnal Analisis Sosiologi, 12(3), 190-205.
Windi, A. (2019). Konstruksi sosial masyarakat bantaran sungai terhadap kelestarian lingkungan hidup. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 4(1), 25-38.
Yusnita, N., & Susanti, R. (2023). NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial. 10(5), 2221–2229.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download