PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL: TEH KULIT SALAK DI DESA PULUS

(1) Lobes Hadirman Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(2) Dhiya Ulha Habibi Santoso Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(3) Galuh Jagad Belantara Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(4) Mutia Amalia Heswita Putri Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(5) * Husna Maulida Yulia Rahma Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Peningkatan produksi buah salak di Desa Pulus berdampak pada tingginya timbunan limbah kulit salak yang memicu permasalahan lingkungan sekitar. Padahal, limbah ini mengandung antioksidan tinggi yang berpotensi diolah menjadi produk fungsional bernilai jual seperti teh herbal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemanfaatan limbah kulit salak menjadi teh herbal serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui inovasi zero waste. Metode pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, edukasi partisipatif, dan demonstrasi interaktif kepada kelompok tani serta ibu-ibu PKK, yang dievaluasi melalui kuesioner pre-test, post-test, dan observasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan dalam mengolah limbah sisa panen menjadi produk teh kemasan siap konsumsi berskala industri rumahan. Partisipasi aktif ini juga dinilai efektif mereduksi timbunan limbah organik di area perkebunan. Disimpulkan bahwa program ini berhasil mentransformasi paradigma warga untuk menciptakan peluang ekonomi sirkular yang mandiri. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan uji laboratorium lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik antioksidan serta mengoptimalkan desain kemasan agar produk memiliki daya saing komersial yang lebih tinggi di pasar

Keywords


limbah kulit salak; teh herbal; pemberdayaan masyarakat; zero waste

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i6.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andriani, W, Gunawan, G, Sugiarto, T. A, Kurniawan, R. D. C, Nurkholis, & Suswono. 2024. Pemanfaatan kulit salak sebagai teh herbal melalui pelatihan aplikasi penjualan online di Desa Jlegong Banjarnegara. Dimaskesmas (Jurnal Pengabdian Masyarakat).

Anwaristi, A. Y. 2025. Efektivitas ekstrak kulit salak pondoh berbagai konsentrasi dalam menghambat bakteri penyebab periodontitis (kajian in vitro). Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 15(4), 312-323.

Cholishah, N., & Hafi, M. 2024. Pelatihan pengolahan limbah salak menjadi teh dan kopi di Desa Argoyuwono Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Terapan (JP2T).

Dhyanaputri, I. G. A. S., Karta, I. W., & Krisna, L. A. W. 2016. Analisis kandungan gizi ekstrak kulit salak produksi Kelompok Tani Abian Salak Desa Sibetan sebagai upaya pengembangan potensi produk pangan lokal. Meditory, 4(2), 93-100.

Kanon, M., Fatmawati, F., & Bodhi, W. 2012. Uji efek ekstrak kulit salak terhadap kadar ureum kreatinin tikus putih jantan. Jurnal Pharmacon.

Karta, I. W., Iswari, N. M. A., & Susila, I. K. 2019. Teh cang salak: Teh dari limbah kulit salak dan kayu secang yang berpotensi untuk pencegahan dan pengobatan penyakit degeneratif. Meditory: The Journal of Medical Laboratory.

Wijanarti, S., Putra, A. B. N., Nishi, K., Harmayani, E., & Sugahara, T. 2016. Immunostimulatory activity of snake fruit peel extract on murine macrophage-like J774.1 cells. Cytotechnology, 68, 1737–1745


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.