MELESTARIKAN KULINER LOKAL KALIMANTAN BARAT MELALUI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMKN 4 PONTIANAK

(1) Roihatul Millah Mail (Universitas Terbuka, Indonesia)
(2) * Romi Siswanto Mail (Universitas Terbuka, Indonesia)
(3) Einstivina Nuryandani Mail (Universitas Terbuka, Indonesia)
(4) Fahriansyah Fahriansyah Mail (Universitas Terbuka, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui pelestarian kuliner lokal Kalimantan Barat di SMKN 4 Pontianak. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang menempatkan siswa sebagai pelaku aktif dalam eksplorasi, produksi, dan presentasi kuliner tradisional sebagai wujud dari nilai budaya daerah. Ada dua puluh kelompok siswa yang terlibat dalam tiga tahapan utama kegiatan, yaitu workshop pengenalan kuliner lokal, pendampingan kelompok secara terstruktur, dan loka karya pameran kuliner. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta kuesioner evaluasi siswa dan guru. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal, tumbuhnya rasa bangga terhadap budaya daerah, serta penguatan karakter gotong royong, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kegiatan ini memunculkan minat awal siswa terhadap wirausaha berbasis kuliner tradisional. Program ini menegaskan bahwa pelestarian kuliner lokal dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan penguatan kemitraan perguruan tinggi dengan sekolah.


Keywords


Kearifan Lokal, Profil Pemuda Pancasila, Kuliner Tradisional, dan Pembelajaran Berbasis Proyek

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i4.1463-1469
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anonim. (2006). Formalin bukan formalitas. CP Buletin Service, No. 73 Tahun VII Januari 2006.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. (2023). Statistik kebudayaan Kalimantan Barat. Badan Pusat Statistik.

BPS. (2013). Data statistik kependudukan. Badan Pusat Statistik.

Cahyadi, W. (2009). Analisis dan aspek kesehatan bahan tambahan pangan. Bumi Aksara.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

Denhardt, R. B. (2011). Public service ethics and local governance. M.E. Sharpe.

Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2015). The new public service: Serving, not steering. Routledge.

Depdiknas. (2002). Sains. Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Eka, R. (2013). Rahasia mengetahui makanan berbahaya. Titik Media Publisher.

Indonesian Culinary Heritage. (2023). Traditional foods of West Kalimantan. Indonesian Culinary Foundation.

Indonesian Ministry of Education. (2020). Education and cultural preservation. MoE.

Indonesian Ministry of Education and Culture. (2023). Kurikulum Merdeka: Strengthening local wisdom in education. Ministry of Education and Culture.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.

Ministry of Education and Culture. (2023). Kurikulum Merdeka: Strengthening local wisdom in education. Ministry of Education and Culture.

Putra, H. P., & Yebi, Y. (2010). Studi pemanfaatan sampah plastik menjadi produk dan jasa kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 2(1), 45–52.

Rahman, A., & Setiawan, T. (2022). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 87–96.

Santosa, I. (2023). Strategi pembelajaran inovatif berbasis proyek. Universitas Negeri Malang Press.

Sukardi. (2004). Metodologi pengabdian pendidikan. Bumi Aksara.

Sukarna, T. (2023). Pengelolaan proyek pendidikan dengan pendekatan berbasis komunitas. Alfabeta.

UNESCO. (2023). Local wisdom in educational practices. UNESCO Publishing.

Wibowo, S. (2022). Pendidikan berbasis kearifan lokal. Gadjah Mada University Press.

Wulandari, F., Rahmawati, D., & Nugraha,

A. (2023). Project-based learning in cultural education: Enhancing student creativity and collaboration. International Journal of Education Research, 9(1), 45–58.

Wuryandani, W., Haryati, S., & Arifin,

Z. (2021). Local wisdom-based education for character development in schools. Journal of Education and Humanities, 7(2), 33–40


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.