OPTIMALISASI POTENSI REMAJA PUTRI MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

(1) * Riska Setiawati Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(2) Irma Yanti Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(3) Nelly Apriningrum Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(4) Oon Sopiah Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(5) Uway Wariyah Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(6) Rina Marlina Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(7) Maria Alia Rahayu Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(8) Irma Hamdayani P Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(9) Ella Nurlailasari Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(10) Lilis Suryani Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(11) Fyrensha Fathia GR Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(12) Najwa Arikah Abiyyah Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di negara dengan penghasilan menengah ke bawah adalah stunting. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting pada balita pada tahun 2018 mencapai 30,8 persen, yang berarti satu dari tiga balita mengalami kondisi ini. Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara dan kelima di dunia dalam hal angka stunting pada anak. Masalah gizi yang dialami oleh remaja putri di Indonesia antara lain adalah status gizi pendek (stunting), anemia, dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pada dasarnya, masalah gizi di kalangan remaja muncul akibat perilaku gizi yang tidak tepat. Selain itu, masalah gizi ini juga berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan faktor risiko terjadinya stunting. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah pelayanan dan penyuluhan. Pelayanan berupa  pemeriksaan haemoglobin (Hb) dan pengukuran status gizi  sedangkan penyuluhan mengenai gerakan masyarakat sehat peduli stunting pada remaja putri. Berdasarkan hasil pemeriksaan Hb didapatkan remaja dengan kadar Hb normal 73% sedangkan remaja dengan anemia ringan sebesar 26%. Hasil identifikasi status gizi responden sebagian besar adalah kurus yaitu 39%, sedangkan kategori normal 36% dan gemuk 25%. Penyuluhan gerakan masyarakat sehat bagi remaja putri peduli stunting dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2024 yang dihadiri 45 remaja. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini diharapkan tenaga kesehatan (bidan) dapat menstimulasi remaja putri secara intensif untuk konsisten mengkonsumsi tablet Fe serta monitoring pemeriksaan Hb sebagai upaya pencegahan stunting serta gerakan masyarakat sehat pada remaja putri.


Keywords


Anemia, Remaja putri, Germas, Stunting

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v8i3.1285-1291
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Kementrian Kesehatan RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. In Kementerian Kesehatan RI: Vol. 53(9) (pp. 1689–99).

Maulida M, S. S. (2021). Pengaruh Komunikasi Dan Mobilisasi Kader Posyandu Terhadap Upaya Pencegahan Stunting. J Keperawatan Sriwij, 8(1), 1–10.

Mulyaningsih T, Mohanty I, Widyaningsih V, Gebremedhin TA, Miranti R, W. V. (2021). Beyond personal factors: Multilevel determinants of childhood stunting in Indonesia. PLoS One. http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0260265

Palupi FH, Rosita SD, R. G. (2021). Optimalisasi GERMAS dalam Pencegahan Stunting di Desa Rejosari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Abdi Geomedisains, 1(2), 79–86.

Sari YD, Rachmawati R, P. (2020). Persepsi Tentang Stunting Pada Remaja Putri Di Kabupaten Gianyar Bali. Nutr Food Res, 43(1), 29–40.

Udiani CM, H. (2019). Tiga tahun GERMAS lessons learned. Kementerian Kesehatan RI, 1–122.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.