PENINGKATAN MUTU BANGUNAN GEDUNG DESA MELALUI ECO-MANAGEMENT CONSTRUCTION DI DESA BENELANLOR BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT

(1) * Lia Eka Prianti Mail (Politeknik Negeri Banyuwangi, Indonesia)
(2) Akhmad Taufik Aditama Mail (Politeknik Negeri Banyuwangi, Indonesia)
(3) Garudea Garudea Mail (Politeknik Negeri Banyuwangi, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pemerintah Indonesia mendorong "Asta Cita" untuk pembangunan berkelanjutan, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Percepatan pembangunan desa perlu selaras dengan lingkungan. Namun, pemahaman eco-management construction masih minim. Padahal desa seperti Benelanlor memiliki potensi lahan hijau dan bahan alam, serta Peraturan Bupati Banyuwangi 11/2019 menekankan arsitektur lokal yang sejalan dengan prinsip lingkungan. Eco-management construction memiliki pendekatan holistik untuk meminimalkan dampak lingkungan. Implementasinya meliputi penilaian, perencanaan, dan perancangan berbasis ekologi, didukung oleh SOP Perencanaan Konstruksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman desa tentang eco-management construction melalui pendampingan partisipatif demi mutu bangunan yang lebih baik. Kegiatan ini  melibatkan perangkat desa dan masyarakat dalam pelatihan konsep eco-management dalam konstruksi, pengenalan material ekologis, pelatihan penyusunan RAB praktis, hingga FGD dan workshop guna menyusun SOP Manajemen Green Construction sebagai pedoman pembangunan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu memberikan pengetahuan baru dan penerapan praktis pada proyek konstruksi mereka namun tetap berlandaskan nilai ekologi. 

 


Keywords


eco-management construction; mutu bangunan; gedung desa

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i2.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Banyuwangi, P. (2019). Peraturan Bupati Banyuwangi no. 11 tahun 2019 tentang Arsitektur Osing.

Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2012). Green infrastructure: linking landscapes and communities. Island press.

Benelanlor, P. D. (2025). Profil Desa Benelanlor 2025. Banyuwangi

Fassa, F. (2022). Perencanaan Konstruksi Berkelanjutan. Podomoro University Press.

KemenPUPera. (2021). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Lendra, L., Jesica, J., Wibowo, M. A., Hatmoko, J. U. D., & Andi, A. (2025). Green building assessment tools in Indonesia: A systematic literature review and comparative analysis. E3S Web of Conferences,

Manan, R. H., & Uniaty, Q. (2011). Pengembangan kawasan pasca pertambangan timah: Pendekatan konsep eco-development. Jurnal Lanskap Indonesia, 3(1).

Pribadi, E., Yasin, I., & Widaryanto, L. (2018). Standard Operating Procedure (SOP) design preparation construction design preparation process.

Simbolon, D. S., Sari, J., Purba, Y. Y., Siregar, N. I., Salsabila, R., & Manulang, Y. (2021). Peranan pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 295-302.

Siswanto, A. B., & Salim, M. A. (2019). Manajemen proyek. CV. Pilar Nusantara.

Syarif, M., Ahmad, S. N., Utomo, P. K., Purnama, H., Sari, D. P., Bachtiar, E., Isdyanto, A., Londongsalu, J., Aryadi, A., & Herlambang, A. R. (2024). Material konstruksi. TOHAR MEDIA.

Wicaksono, Y. (2014). Membuat Aplikasi RAB Bangunan dengan Macro Excel. Elex Media Komputindo.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.