PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI ANEMIA

(1) * Sri Ilawati Mail (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan, Indonesia)
(2) Novi Susanti Mail (Universitas Deztron Indonesia Program Studi Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(3) Herviza Wulandary Pane Mail (Profesi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran Program Studi Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(4) Maria Kornelia Ringgi Kuwa Mail (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. Elisabeth Keuskupan Maumere Program Studi Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(5) Denilay Richardo Rambing Mail (Universitas Nasional Timor Lorosae Program Studi Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(6) Bambang Budi Raharjo Mail (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang, atau kadar hemoglobin dalam darah tidak mencukupi, sehingga mengakibatkan penyampaian oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal. Pada ibu hamil, anemia sering kali dikategorikan sebagai anemia defisiensi besi, yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang. Menurut data dari World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar 41% ibu hamil mengalami anemia, dengan prevalensi tertinggi di Afrika dan Asia Selatan. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini di Puskesmas Setia Janji yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pemberdayaan ibu hamil melalui  edukasi penceahan dan deteksi dini anemia. Metode deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dengan tatap muka melibatkan 25 peserta. Program mencakup pengecekan HB, sosialisasi, pemaparan materi ,diskusi, tanya jawab,  dan evaluasi pre test dan post-test. Sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pengecekan HB ,kemudian pengisian kuesioner prestest yang di sediakan oleh penyuluh. Hasil setelah diadakan penyuluhan, terdapat kenaikan pemahaman peserta yang cukup signifikan. Hal ini terbukti dari nilai post test yang didapat peserta. Sebanyak 85% bisa menjawab pertanyaan post test dengan benar.


Keywords


anemia; deteksi dini; ibu hamil; pemberdayaan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v8i12.4921-4927
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


World Health Organization (WHO). (2021). Global Anemia Estimates in Women of Reproductive Age.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Kesehatan Ibu dan Anak.

Smith, J., et al. (2020). Nutritional Interventions for Anemia in Pregnant Women: A Systematic Review. Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine.

Johnson, A., et al. (2019). Folic Acid Supplementation in Pregnancy: A Meta-Analysis. BMC Pregnancy and Childbirth.

Rahayu, S., et al. (2020). Anemia in Pregnancy: A Study in Indonesian Women. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology.

Gonzalez, M., et al. (2020). Impact of Anemia on Quality of Life in Pregnant Women. International Journal of Women's Health.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.