PENINGKATAN USAHA MANDIRI PONDOK PESANTREN AL-HASANAH BENGKULU TENGAH MELALUI BUDIDAYA BUAH ALPUKAT

(1) * Supanjani Widodo Mail (Universitas Bengkulu, Indonesia)
(2) Muhimmatul Husna Mail (Universitas Bengkulu, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Adanya unit usaha mandiri merupakan salah satu indikator kemandirian suatu Lembaga. Unit usaha mandiri dapat mempertahankan perekonomian lembaga. Oleh sebab itu, pesantren selaku Lembaga mandiri harus memiliki usaha mandiri. Salah satu tujuan pesantren Al-Hasanah adalah terciptanya manajemen sekolah yang bermutu termasuk didalamnya mengenai pendaaan pesantren. Sebagai pihak diluar pesantren tim pengabdian memiliki solusi yang dapat mendukung usaha mandiri pondok pesantren. Dalam rangka pencapaian pondok pesantren yang mandiri melalui usaha mandiri, maka dilakukan pengembangan perkebunan tanaman hortikultura berupa buah alpukat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat contoh budidaya alpukat unggul komersil di lahan Pondok Pesantren Al Hasanah, Bengkulu Tengah sebagai usaha mandiri pesantren.   Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan praktek langsung budidaya buah alpukat. Hasil pengabdian adalah pihak pondok pesantren beserta santri memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk budidaya alpukat yang ditanam di lahan pesantren. Diharapkan nantinya kebun alpukat dapat dipelihara dengan baik seterusnya sehingga dapat memberikan keuntungan kepada pesantren Al-Hasanah.


Keywords


alpukat, budidaya, usaha mandiri.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v8i6.2280-2285
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Afandi, A., Laily, N., et al. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat. Ed. Suwendi, Basir, A. dan Wahyudi, J. Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam. Jakarta.

Anwarrosid, M.F. (2020). Upaya pengembangan kewirausahaan santri melalui unit usaha di pondok pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Skripsi. IAIN Ponorogo.

FAOSTAT. (2025). Avocado Statistics. World Avocado Production. [Online]. Available: https://www.fao.org/faostat/en/#data/QCL.diakses pada tanggal 28 Februari 2025.

Ferguson, G. (2002). Avocado Market Intelligence Study. Horticulture Australia

Lestari, R., Agus S.L., Aprilianti, P., Wahyuni, S. & Putri, W.U. (2016). Selection of Avocado Plants Based on Fruit Characters, Fat Content, and Continual Harvest along the year in West Java-Indonesia. IJASEIT. 6(1), pp.77-83.

Mustaha, M.A., Maharani, W.S., Ammatillah, C.S. & Mayasari, K. (2023). Penerapan SNI dan potensi usaha alpukat. BSIP DKI Jakarta.

Namibian Agronomic Board. (2024). Market intelligence report avocado. 2(2024).

Prasetyo, M.A.M. (2017). Manajemen Unit Usaha Pesantren. HIKMAH; Jurnal Pendidikan Islam. 6(1), pp. 18-36

Supanjani, M. Chozin, Fahrurrozi. (2020). Karakteristik pohon dan buah alpukat di Bengkulu. Laporan Penelitian Unggulan Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.