PELATIHAN PEMBUATAN KEFIR SUSU KACANG TANAH KACANG MERAH (SUKATAME) SEBAGAI PMT BALITA GUNA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING UNTUK KADER DI KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH

(1) * Heni Hendriyani Mail (Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia)
(2) Wiwik Wijaningsih Mail (Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia)
(3) Desi Wulandari Mail (Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia)
(4) Galuh Sintadewi Purbaningrum Mail (Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia anak. Di Indonesia, masalah stunting masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah yang memiliki akses terbatas terhadap gizi. Salah satu cara untuk mengatasi stunting adalah dengan memperkenalkan makanan tambahan yang bergizi tinggi dan mudah diakses oleh masyarakat. Kefir, produk fermentasi susu yang kaya akan prebiotik, protein, dan probiotik, memiliki manfaat besar untuk kesehatan, termasuk membantu penurunan stunting pada balita. Kefir susu kacang tanah kacang merah (Sukatame) merupakan inovasi yang menggabungkan manfaat kefir dengan kacang tanah dan kacang merah. Pelatihan pembuatan kefir susu kacang tanah kacang merah (Sukatame) dilakukan untuk kader di Kelurahan Pedurungan Tengah. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader dalam memproduksi dan mengolah kefir sebagai makanan tambahan balita. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pembuatan kefir sukatame, dengan rata-rata peningkatan skor pre-test dan post-test sebesar 3,6. Hasil uji hedonik terhadap produk kefir menunjukkan tingkat kesukaan yang tinggi dari para peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu percepatan penurunan stunting di wilayah Kelurahan Pedurungan Tengah dengan menyediakan makanan tambahan yang bergizi dan mudah diakses.


Keywords


Kefir, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Stunting.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v8i5.1838-1843
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Blongkod, F. R., & Arpin. (2022). Analysis of dieting, intake and nutritional status of Bina Mandiri Gorontalo University students during pandemic. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 14(2), Hal.177-190.

Hidayah, T. (2019). Perbedaan Kualitas Kimiawi Kefir Susu Sapi, Susu Kedelai, Dan Susu Kacang Merah. SainsTech Innovation Journal, 2(1), 5–11. https://doi.org/10.37824/sij.v2i1.2019.108

J, R. F., Huljannah, N., & Rochmah, T. N. (2022). Stunting Prevention Program in Indonesia: A SYSTEMATIC REVIEW. Media Gizi Indonesia, 17(3), 281–292. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i3.281-292

Pamelia, I. (2018). Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Pada Remaja Dan Dampaknya Bagi Kesehatan. Ikesma, 14(2), 144. https://doi.org/10.19184/ikesma.v14i2.10459

Rasmikayati, E., Wiyono, S. N., & Saefudin, B. R. (2024). Pendampingan dalam Optimasi Potensi Usaha Minuman Fermentasi Kefir di UMKM Kebun Al- Qur ’ an Bandung , Jawa Barat. 4(6), 1015–1021.

Zubai, Z., Baehaki, A., Rinto, R., Ridhowati Nata Iman, S., & Hendri, M. (2022). Karakteristik Mikrobiologi dan Kimia Susu Kefir dari Susu Biji Lotus (Nolumbo nucifera). Jurnal FishtecH, 11(1), 39–46. https://doi.org/10.36706/fishtech.v11i1.17513


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.