EDUKASI KETERKAITAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PLOSO, KECAMATAN WONOAYU

(1) * Syharul Romadhoni Alfiansyah Mail (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia)
(2) Friska Febriyanti Mail (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia)
(3) Ella Agustina Mail (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia)
(4) Zuhrotus Saajidah Mail (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia)
(5) Siti Cholifah Mail (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Edukasi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Desa Ploso melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Stunting, sebagai masalah kesehatan masyarakat, dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, termasuk sanitasi. Desa Ploso dipilih sebagai tempat edukasi untuk memahami konteks khusus di tingkat lokal. Edukasi ini merinci pemahaman tentang peran sanitasi lingkungan dalam pertumbuhan anak, khususnya dalam konteks pencegahan stunting. Edukasi ini juga menyoroti temuan-temuan terkait dampak sanitasi yang kurang memadai terhadap kesehatan anak, serta faktor-faktor lain yang mungkin memperburuk keadaan stunting. Hasil edukasi ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam mengatasi masalah stunting di tingkat desa. Implikasi kebijakan dan upaya pencegahan dapat dirumuskan berdasarkan pemahaman ini, dengan fokus pada perbaikan sanitasi lingkungan sebagai salah satu strategi kunci untuk mengurangi kejadian stunting.


Keywords


Sanitasi Lingkungan, Stunting, Kesehatan Anak

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v7i10.3866-3871
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aisah, S., Ngaisyah, R. D., & Rahmuniyati, M. E. (2019). Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan. Universitas Respati Yogyakarta, 49–55.

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita ( 0-59 Bulan ) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Litbangkes, 28, 247– 256.

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Kementrian Kesehatan RI. (2016). Buletin Jendela Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek.

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia, 2088-270 X, 2.

Laili, A. N. (2018). Pengaruh Sanitasi di Lingkungan Tempat Tinggal terhadap Kejadian Stunting pada Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Puskesmas Ksiyan dan Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember Tahun 2018). Jurnal Kebidanan, 8(1), 28–32.

Uliyanti, Tamtomo, D. G., & Anantanyu, S. (2017). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), 67–77.

World Health Organization. (2010). Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators: Interpretation Guide.

Wulandari, Rahayu, F., & Darmawansyah. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Ilmiah AVICENNA, 14(2), 6–13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.