PEMBENTUKAN KADER PEDULI STUNTING DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENURUNAN STUNTING DI DESA SUKARESMI KECAMATAN CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022

(1) * Triseu Setianingsih Mail (Universitas Medika Suherman, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Target penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024. Berdasarkan Lima Pilar Percepatan Penurunan Stunting, akan disusun Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk mendorong dan menguatkan konvergensi antar program melalui pendekatan keluarga berisiko stunting. Peran serta masyarakat sangat penting dalam meningkatkan capaian program pemerintah. Tujuan PKM ini adalah membentuk kader peduli Stunting yang akan mengoptimalkan pendekatan pada keluarga beresiko stunting sesuai target pemerintah. Desa Sukaresmi merupakan salah satu Desa yang menjadi lokus target penurunan Stunting di Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan yaitu pemberdayaan masyarakat melalui KIE dengan kegiatan pelatihan kader. Jumlah peserta sebanyak 30 orang kader yang ada di Desa Sukaresmi. Kegiatan PKM ini juga melibatkan Puskesmas, Aparat Desa dan Bidan Desa. Metode pre test dan posttest dilakukan untuk menilai efektifitas kegiatan pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kader peduli stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pelatihan kader efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kader. Penggunaan Buku Saku bagi kader , efektif digunakan sebagai media dalam pelatihan. Keterlibatan Puskesmas dan aparat Desa dalam kegiatan pelatihan juga memberikan kontribusi positive dalam keikutsertaan dan peningkatan motivasi kader dalam kegiatan pelatihan. Perlu adanya sinergitas dengan lintas sektor dalam mengoptimalkan target akselerasi penurunan stunting. Strategi pentahelix khususnya kolaborasi antara sektor pendidikan, pemerintah dan masyarakat, sangat berkontribusi dalam meningkatkan peran serta masyarakat dan kepedulian masyarakat dalam pencegahan stunting.


Keywords


pelatihan, kader ,stunting, pengetahuan, sikap

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v6i10.3798-3806
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Agustina, A. (2015). Risk Factors for Stunted Events in Toddlers (24-59 months) in the Working Area of the Palembang Social Health Center in 2014. Thesis. Faculty of Public Health, Sriwijaya University.

AL – Rahmad Ah, Miko A, Hadi A. (2013). Study of Stunting in Toddlers in View of Exclusive Breastfeeding, MP-ASI, Immunization Status, and Family Characteristics in Banda Aceh City. Nasawakes Scientific Health Journal, 6(2), 169 – 184.

Anindita, P. (2012). Relationship between mother's education level, family income, protein and zinc adequacy with stunting in toddlers aged 6-35 months in Tembalang district, Semarang city. Journal of Public Health, 1(2), 617 – 626

Aritonang, I. (2011). Assessing Nutritional Status to Achieve Optimal Health. Leutika. Yogyakarta.

Aritonang, I. (2012). Planning & Evaluation of the Health Nutrition Intervention Program. Leutika. Yogyakarta.

Arnawa, et al. (2013). Household Nutrition and Food Processing. SCPP. Medan.

Astari, L. D., Nasoetion, A., & Dwiriani, C. M. (2005). The Relationship between Family Characteristics, Parenting Patterns and Incidence of Stunting in Children aged 6 – 12 months. Nutrition & Family Media, 29(2), 40 -46.

Atmarita. (2012). Stunting and Indonesian Human Quality. Paper at the First 1000 Day National Seminar for the Country. 21 April 2012.

Yogyakarta: Department of Nutrition, Ministry of Health Polytechnic.

Azwar, S. (2012). Preparation of a Psychological Scale. Student Library. Yogyakarta.

Azwar, S. (2012). Reliability and Validity. Student Library. Yogyakarta.

Balitbangkes. (2013). Basic Health Research 2013. Ministry of Health. Jakarta: 252-253.

BAPPENAS. (2011). National Action Plan for Food and Nutrition 2011-2015. National Development Planning Agency (BAPPENAS). Jakarta.

BPS. (2014). Kokap District in Figures. BPS. Kulon Progo.

Cakrawati, D., & Mustika, N. H. (2012). Food, Nutrition and Health. Alphabet. Bandung.

Candra, A. (2010). The Relationship between Underlying Factors and Stunting in Children Aged 1 – 2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.