PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENINGKATKAN MORALITAS REMAJA MELALUI AKTIVITAS SOSIAL KEAGAMAAN: STUDI DI DESA SUNGAI SENTANG

(1) * Bakhtiyar Bakhtiyar Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Siti Marisa Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
(3) Abdul Rahman Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Moralitas remaja merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang turut memengaruhi pola interaksi generasi muda. Dalam konteks masyarakat desa, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membina moralitas remaja melalui aktivitas sosial keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas sosial keagamaan remaja, peran tokoh agama dalam pembinaan moralitas remaja, serta kontribusi aktivitas sosial keagamaan terhadap pembentukan moralitas remaja di Desa Sungai Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, remaja, pengurus kegiatan keagamaan, dan masyarakat sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sosial keagamaan remaja meliputi yasinan, peringatan hari besar Islam, dan gotong royong. Partisipasi remaja dalam kegiatan tersebut belum merata karena dipengaruhi oleh kesibukan, kelelahan, jarak tempat tinggal, rendahnya motivasi, dan kecenderungan menggunakan telepon pintar. Tokoh agama berperan sebagai pendidik keagamaan, pemberi nasihat dan motivasi, teladan, serta pengarah kegiatan sosial keagamaan. Peran tersebut memberikan kesempatan kepada remaja untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai moral melalui interaksi dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas sosial keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan moralitas remaja, terutama dalam aspek kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, hubungan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan pelaksanaan ibadah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan moralitas remaja tidak cukup melalui penyampaian pengetahuan dan nasihat, tetapi perlu didukung oleh keteladanan, keterlibatan langsung, pembiasaan, serta sinergi antara tokoh agama, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat

Keywords


tokoh agama; moralitas remaja; aktivitas sosial keagamaan; pembinaan moral; pendidikan Islam

   

DOI

https://doi.org/10.31604/muaddib.v11i3.372-385
      

Article metrics

10.31604/muaddib.v11i3.372-385 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik pemuda Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fathoni, A. B. M., Sulaeman, M., Azizah, E. A. N., Styawati, Y., & Ramadhan, M. U. C. (2024). The new direction of Indonesian character education: Bullying, moral decadence, and juvenile delinquency. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 22–39. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.7759

Hasanah, N. Z., Sutra, S. D., Istiqomah, Dewantara, M. H., & Boulahnane, S. (2022). The role of Islamic education in teaching moral values to students. MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 14(1), 33–47. https://doi.org/10.18326/mdr.v14i1.33-47

Kandiri, Arfandi, Zamili, M., & Masykuri. (2021). Building students’ moral through uswatun hasanah principles: A systematic literature review. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 109–128. https://doi.org/10.21580/nw.2021.15.2.8179

King, P. E., & Furrow, J. L. (2004). Religion as a resource for positive youth development: Religion, social capital, and moral outcomes. Developmental Psychology, 40(5), 703–713. https://doi.org/10.1037/0012-1649.40.5.703

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Ruswandi, A., Junaedi, D., & Rahmatullah, A. A. K. (2022). Uswah hasanah as a methodology of Islamic education. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 9(2), 168–183. https://doi.org/10.17509/t.v9i2.46384

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif (Ed. ke-3). Alfabeta.

Van Goethem, A., van Hoof, A., Orobio de Castro, B., Van Aken, M., & Hart, D. (2014). The role of reflection in the effects of community service on adolescent development: A meta-analysis. Child Development, 85(6), 2114–2130. https://doi.org/10.1111/cdev.12274

Wray-Lake, L., Syvertsen, A. K., & Flanagan, C. A. (2016). Developmental change in social responsibility during adolescence: An ecological perspective. Developmental Psychology, 52(1), 130–142. https://doi.org/10.1037/dev0000067


Refbacks

  • There are currently no refbacks.