(2) Tengku Nurhidayah
*corresponding author
AbstractSagu Duri merupakan jenis sagu yang paling luas penyebarannya di Kabupaten Kepulauan Meranti dan memiliki produksi pati yang tinggi. Perbanyakan tanaman sagu terkendala pada ketersediaan bibit sagu yang seragam dalam jumlah yang banyak. Hal ini dapat diatasi salah satunya dengan perbanyakan kultur jaringan melalui tenik kultur meristem apikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian BAP, NAA serta kombinasi BAP dan NAA pada media MS dan mendapatkan perlakuan terbaik terhadap morfogenesis tunas eksplan meristem apikal sagu Duri in-vitro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter pengamatan meliputi saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan persentase keberhasilan tumbuh. Analisis data menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DNMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian BAP 2 mg.l-1 + NAA 2 mg.l-1lebih cepat terhadap saat muncul tunas yaitu 60,17 HST, pemberian BAP 1 mg.l-1 menghasilkan jumlah tunas cenderung lebih banyak yaitu 1,83 tunas, pemberian BAP 1 mg.l-1, BAP 2 mg.l-1 dan NAA 2 mg.l-1 menunjukkan respon yang baik terhadap tinggi tunas yaitu  11,83 mm, dan persentase keberhasilan tumbuh cenderung lebih tinggi pada pemberian NAA 1 mg.l-1 dan BAP 1 mg.l-1 + NAA 1 mg.l-1 yaitu 66,67%. KeywordsBAP, NAA, sagu Duri, kultur meristem, in-vitro
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v8i2.9802 |
Article metrics10.31604/jap.v8i2.9802 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Alqamari, M., Bismar, T., & Fitra, S. (2020). Kajian media MS dengan penambahan auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur tunas aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr. Jurnal Pertanian Tropik, 7 (1), 109–115.
Al-Taleb, M. M., Hassawi, D. S., & Abu-Romman, S. M. (2011). Production of virus free potato plants using meristem culture from cultivars grown under jordanian environment. J. Agric. & Environ. Sci, 11 (4), 467–472.
Aslam, J., & Saeed, A. K. (2009). In vitro micrpropagation of “Khalas†date palm (Phoenix dactylifera L.), an important fruit plant. Journal Of Fruit And Ornamental Plant Research, 17 (1), 15–27.
Bella D.R.S, E. Suminar, A. Nuraini, & A. Ismail. (2016). Pengujian efektivitas berbagai jenis dan konsentrasi sitokinin terhadap multiplikasi tunas mikro pisang (Musa paradisiaca L.) Secara in vitro. Jurnal Kultivasi, 15 (2), 74–80.
Effendi, S. R. N. (2019). Induksi tunas dari poros embrio kurma (Phoenix dactylifera L.) Var. Mozafati dengan penambahan 6-benzyl adenine (BA) Dan 1-naphtalene acetic acid (NAA) melalui kultur in vitro. Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Fathurrahman, T., T. Rosmawati, Ahmad S. N., & Gunawan, S. (2012). Multiplikasi tunas pucuk tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dengan menggunakan benzyl amino purine (BAP) dan naphtalene acetic acid (NAA) secara in vitro. Jurnal Agroteknoloogi, 1(1), 1–12.
Fauzan, Y. S. A., Supriyanto, & Tajuddin, T. (2017). Efektivitas merkuri klorida (Hgcl2) pada sterilisasi tunas samping jati (Tectona grandis) in vitro. J Bioteknologi & Biosains Indonesia, 4(2), 78–84.
Hutami, S. (2008). Ulasan masalah pencoklatan pada kultur jaringan. Jurnal Agrobiogen, 4 (2), 83–88.
Indah, P. N., & Dini, E., (2013). Induksi kalus daun nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.) Pada beberapa kombinasi koonsentrasi 6-benzilaminopurine (BAP) dan 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D). Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2 (1), E1–E6.
Isnaeni, N. (2008). Pengaruh TDZ terhadap inisiasi dan multiplikasi kultur in vitro pisang raja bulu (Musa paradisiaca L.). Skripsi, Institut Pertanian Bogor.
Karjadi, A. K., & A. Buchory. (2008). Pengaruh auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan dan perkembangan jaringan meristem kentang kultivar granola. J. Hort, 18 (4), 380–384.
Kartini, M., & Karyanti. (2017). Pengaruh thidiazuron dan hidrolisat kasein terhadap multiplikasi tunas satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott Var Antiquorum) secara in vitro. J Bioteknologi & Biosains Indonesia, 4 (2), 70–77.
Karyanti, Y., Sigit, T., Tajuddin, Erwinda, Minaldi, & N. Haska. (2016). Penanganan anakan muda pada kultur ex vitro untuk menghasilkan bibit sagu (Metroxylon sagu Rottb.) siap tanam. J Bioteknologi & Biosains Indonesia, 3(1), 13–19.
Khasanah, U. (2009). Pengaruh konsentrasi naa dan kinetin terhadap multiplikasi tunas pisang (Musa paradisica L. Cv. Raja Bulu) secara in vitro. Skripsi, Universitas Sebelas Maret.
Manaroinsong, E., Maliangkay, R. B., & Mashud, N. (2008). Budidaya tanaman sagu (Metroxylon Sp .) di lahan pasang surut. balai penelitian tanaman kelapa dan palma lain. Buletin Palma, 34.
Mayasari, D. (2018). Induksi Tunas Aksilar Sirsak (Annona Muricata L.) Dengan Penambahan Naa (Naphtalene Acetic Acid) Dan Bap (6-Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro. Skripsi, Universitas Islam Negeri Malang.
Ngomuo, M., Mneney, E., & Ndakidemi, P. (2013). The effects of auxins and cytokinin on growth and development of (Musa Sp.) Var. “Yangambi†explants in tissue culture. American Journal Of Plant Sciences, 04 (11), 2174–2180.
Novarianto, H., Tulalo, M. A., Kumaunang, J., Chandra, D., & Mapanget, R. (2014). Varietas unggul sagu selatpanjang meranti. B. Palma, 15 (1), 47–55.
Novita, F. (2018). Analisis perubahan genetik organ dari tunas apikal kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) dengan pemberian 2,4-D dan BAP berdasarkan penanda Ssr (Simple Sequence Repeat). Skripsi, Universitas Sumatera Utara.
Nugrahanti, S. E. (2016). Respons pertumbuhan kurma terhadap berbagai konsentrasi BA dan GA3 dalam kultur in vitro. Universitas Muhammadiyah Jember.
Nurhidayah, T., Mardhiansyah, M., & Mulyani, D. (2017). Pengaruh sitokinin (Kinetin) dan auksin (2,4-D) dalam media induksi murashige dan skoog terhadap perkembangan eksplan meristem apikal tunas anakan tanaman sagu (Metroxylon Sagu Rottb.) J. Agrotek. Trop, 6 (1), 23–28.
Oktaviana, A. M, & Riza L. M. (2015). Pertumbuhan tunas mahkota nanas (Ananas comosus (L.) Merr) secara in vitro dengan penambahan ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) dan benzyl amino purin (BAP). Protobiont, 4 (3), 109–112.
Prameswari, M. A., Karno, & Anwar, S. (2019). The effect of bap and kinetin concentrations for shoot induction on teak (Tectona grandis L.) with in vitro method. Journal Tropical Crop Science And Technology, 1 (2), 93–107.
Purba, L., Suminar, E., Sobardini, D., Rizky, W., & Mubarok, S. (2017). Pertumbuhan dan perkembangan jaringan mersitem bawang merah (Allium ascalonicum L.) kultivar katumi secara in vitro. Jurnal Agro, 4 (2), 97–109.
Rasullah, F. F. F., T. Nurhidayati, & Nurmalasari. (2013). Respon pertumbuhan tunas kultur meristem apikal tanaman tebu (Saccharum officinarum) Varietas Nxi 1-3 secara in vitro pada media ms dengan penambahan arginin dan glutamin. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2 (2), 99–104.
Sari, H. S., Dwiati, M., & Budisantosa. (2015). Efek NAA dan BAP terhadap pembentukan tunas, daun, dan tinggi tunas stek mikro Nepenthes ampullaria Jack. Biosfera, 32 (3), 195–201.
Sugiyanti, E. (2008). Pengaruh kombinasi BAP (benzyl amino purine) dan NAA (naphtalene acetic acid) terhadap pertumbuhan tunas zodia (Eudia suaveolens Scheff.) Secara In vitro. Skripsi, Universitas Sebelas Maret.
Tajuddin, T., Sukarnih, T., & Haska, N. (2015). Kombinasi hormon tumbuh meningkatkan perbanyakan tunas in vitro pada tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.). J Bioteknologi & Biosains Indonesia, 2 (1), 27–33.
Wahyudi, E., Ernita, & Fathurrahman. (2013). Uji konsentrasi Kinetin dan NAA terhadap multiplikasi embrio aren (Arenga pinnata Merr.) secara in vitro. Jurnal Dinamika Pertanian, 28 (1), 51–62.
Widyawati, G., Solichatun, S., & Marliyana, S. D. (2006). The effect of naftalene acetic acid (NAA) on growth and essential oil contents of jasmine callus (Jasminum sambac (L.) Ait.). Biofarmasi Journal Of Natural Product Biochemistry, 4 (2), 41–44.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download