(2) Susilo Budiyanto
(3) Sutarno Sutarno
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) rebung bambu dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022 di Screen House dan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Analisis MOL rebung bambu dilakukan di Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 dengan rancangan acak lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi MOL rebung bambu terdiri dari P0: 0 mL/L, P1= 20 mL/L, P2= 40 mL/L, dan P3= 60 mL/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing terdiri dari M0= 0 (kontrol), M1= 10 ton/ha (30 g/polybag), M2= 20 ton/ha (60 g/polybag), dan M3= 30 ton/ha (90 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi (biji), diameter umbi (cm), bobot umbi segar (g), bobot umbi kering (g), bobot daun segar (g), dan bobot daun kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter umbi, bobot segar daun, bobot segar umbi, dan bobot kering daun dipengaruhi oleh pemberian dosis pupuk kandang kambing dengan hasil terbaik pada dosis 30 ton/ha, namun jumlah daun, jumlah umbi tidak dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dan pemberian dosis pupuk kandang kambing. Bobot kering umbi dipengaruhi oleh perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan interaksi antara perlakuan pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dengan dosis pupuk kandang kambing.
KeywordsBawang merah, mikroorganisme lokal, pupuk kandang kambing,
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v8i1.8994 |
Article metrics10.31604/jap.v8i1.8994 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arifan, F., W. A. Setyati., R. W. Broto., dan A. L. Dewi. 2020. Pemanfaatan nasi basi sebagai mikro organisme lokal (mol) untuk pembuatan pupuk cair organik di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. J. Pengabdian Vokasi, 01 (04) : 252 - 255
BPS. 2020. Provinsi Jawa Tengah dalam angka 2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
Fajriyah, N. 2017. Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah. Bio Genesis. Yogyakarta.
Fatirahma, F., dan D. Kastono. 2020. Pengaruh pupuk organik cair terhadap hasil bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum group) di lahan pasir. J. Vegetalika, 9 (1) : 305 – 315.
Hairuddin, R., dan N. P. Ariani. 2017. Pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) batang pisang (Musa sp.) terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). J. Perbal, 5 (3) : 3 – 40.
Kania, S. R., dan M. Dawam Maghfoer. 2018. Pengaruh dosis puuk kandang kambing dan waktu aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium asxalonicum L.). J. Produksi Tanaman, 6 (3) : 407 – 414.
KEMENTAN. 2011. Permentan: Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Nomor 60/Permentan/SR.140/10/2011. KEMENTAN. Jakarta.
Khadijah, A. Rizali, dan N. Sari. 2021. Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang diaplikasikan pupuk kandang dan bokhasi kiambang. J. Pertanian, 12 (2) : 77 – 88.
Lasmini, S. A., I. Wahyudi., B. Nasir, dan Rosmini. 2017. Pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu pada berbagai dosis pupuk organik cair biokultur urin sapi. J. Agroland, 24 (3) : 199 – 207.
Manik, N., A. Sofian., dan F. Hariari. 2022. Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK 15-15-15 phonska. J. Agrofolium, 2 (2) : 173 – 181.
Mamang, K. I., I. Umarie dan H. Hasbi. 2017. Pengaplikasian berbagai macam pupuk Asolla (Azolla microphiyla) dan interval waktu aplikasi terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max (L.) Merill). J. Agritop, 15 (1) : 25 – 43.
Masese, Z. A. D., dan N. Mambuhu. 2016. Pengaruh dosis mol rebung bambu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L). J. Agrominasia, 1(2) : 185 – 196.
Rahman, A. S., A. N. dan R. Soeslistyono. 2016. Kajian hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) di lahan dan polybag dengan pemberian macam dan dosis pupuk organik. J. Produksi Tanaman, 4 (7) : 538 – 546.
Rustan, M. F., M. F. Mansyur dan Basrum. 2019. Implementasi penyiraman otomatis tanaman bawang merah berbasis mikrokontroller. J. Of Computer and Information System, 1 (1) : 37 – 44.
Santoso, D. J. 2018. Pengaruh dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap berat umbi dan produksi bawang merah (Allium ascolonicum L.). J. Agriovet, 1 (1) : 81 – 94.
Sari, R dan R. Prayudyaningsih. 2015. Rhizobium : Pemanfaatan sebagai bateri penambat nitrogen. J. Teknis Eboni, 12 (1) : 51 – 64.
Sinuraya, B. A, dan M. Melati. 2019. Pengujian berbagai dosis pupuk kandang kambing untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis organik (Zea mays var Saccharata Sturt). J. Buletin Agrohorti, 7 (1) : 47 – 52.
Sugianto, S. K., M. Shovitri dan A. Hidayat. 2018. Potensi rizobakteri sebagai pelarut fosfat. J. Sains dan Seni ITS, 7 (2) : 2337 – 3520.
Suhastyo, A. A dan F. T. Raditya. 2019. Respon pertumbuhan dan hasil sawi pagoda (Brassica narinosa) terhadap pemberian mol daun kelor. J. Agrotech Res, 3 (1) : 56 – 60.
Tamot, A., dan Suryani. 2019. Pengaruh pupuk kandang kelinci dan jumlah bibit per polybag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). J. Ilmiah Respati, 10 (2) : 79 – 90.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download