(2) Sri Wiyatiningsih
(3) Wiludjeng Widayati
*corresponding author
AbstractTanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting karena menghasilkan beras yang menjadi sumber bahan makanan pokok. Masalah utama yang sering dialami oleh petani padi adalah adanya organism pengganggu tanaman (OPT) di alam yang menyerang tanaman padi. Penggunaan biopestisida fobio dan agensia hayati Streptomyces sp. dapat dijadikan pilihan cara alternative dalam mengendalikan serangan serangga hama tanpa residu yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada ekosistem. Penggunaan biopestisida dan Streptomyces sp. diharapkan mampu untuk mengendalikan serangan hama tanaman padi dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 Maret sampai dengan 13 April 2021. Lokasi pelaksanaan di Desa Sambirejo Kecamatan Pare, Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah Indeks kanekaragaman serangga populasi serangga hama. perlakuan penyemprotan dengan formulasi biopestisida, penyemprotan dengan Streptomyces sp., penyemprotan dengan campuran formulasi biopestisida dan Streptomyces sp. serta penyemprotan dengan pestisida kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi terdapat pada perlakuan Streptomyces sp. Indeks kemerataan jenis Fobio + Streptomyces sp. dan pestisida kimia lebih tinggi dibandingkan dengan Biopestisida dan Streptomyces sp. Perlakuan pestisida kimia dan Streptomyces sp. mempengaruhi populasi serangga hama pada lahan penelitian. Streptomyces sp. mampu mempengaruhi populasi serangga hama dengan memanfaatkan metabolit yang dihasilkan. KeywordsKeanekaragaman serangga, Serangga Tanaman Padi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v6i2.5006 |
Article metrics10.31604/jap.v6i2.5006 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Bunga, D. A. 2006. keanekaragaman Hama-Hama Penting Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.) Dengan Perbedaan Jarak Tanam. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Krebs, C.J., 1989. Ecological Methodology. Harper & Row Publisher, New York: 224 pp.
Maisyaroh, D. (2019). PENGARUH APLIKASI FORMULA BIOPESTISIDA TERHADAP KEBERADAAN SERANGGA PADA PERTANAMAN JERUK PAMELO ( Citrus maxima (Burm.) Merr.) DI DESA TAMBAKMAS KABUPATEN MAGETAN.
Meilin, A., & . N. (2016). SERANGGA dan PERANANNYA DALAM BIDANG PERTANIAN dan KEHIDUPAN. Jurnal Media Pertanian, 1(1), 18. https://doi.org/10.33087/jagro.v1i1.12
Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Diterjemahkan oleh Tjahjono Samingan.. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Price, 1975. Insect Ecology. John Wiley and Sons. Inc New York.
Sukaryorini P., dan S. Wiyatiningsih. (2009). Peningkatan Hasil dan Ketahanan Kultivar Bawang Merah terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cepae Penyebab Penyakit Moler Menggunakan Formula Suspensi Mikroorganisme. Prosiding Seminar Nasional HPTI. 14, April 2010. Surabaya. Hal 75-80.
Wuriyanto, W. C., & Tjahyaningrum, I. T. . (2015). Pengaruh habitat termodifikasi perimeter trap crop menggunakan insectary plant pada lahan tembakau Nicotiana tabacum L , terhadap komunits arthropoda musuh alami. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 1–7.
Zhang, Y.X., Perry, K., Vinci, V.A., Powell, K., Stemmer, W.P.C. and del Cardayre,
S.B. (2002) Genome shuffling leads to rapid phenotypic improvement in bacteria. Nature 415, 644–646.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download