IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MORFOLOGI JAGUNG HIBRIDA UNPAD DENGAN SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L) DENGAN KEDELAI (Glycine Max L.) DAN UBI JALAR (Ipomea Batatas L.)

(1) * Rohani Rohani Mail (Universitas singaperbangsa karawang, Indonesia)
(2) Dedi Ruswandi Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(3) Muhammad Syafi’i Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(4) Nurcahyo Widyodaru Saputro Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman sereal yang tumbuh hampir di seluruh dunia dan tergolong dalam spesies dan variabilitas genetik yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jagung hibrida yang terbaik sesuai dengan karakteristik morfologinya pada sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik Peruri, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Januari sampai April 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Splitplot Design). Sebagai petak utama adalah sistem tanam dengan 3 taraf: 1.Monokultur, 2.Tumpangsari Jagung dan Kedelai,3.Tumpangsari Jagung dan Ubi Jalar. Sebagai anak petak ada 22 genotipe jagung hibrida. Apabila menunjukan hasil berbeda nyata kemudian dianalisi menggunakan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Berdasarkan karakter morfologi menunjukan hasil yang berbeda nyata. Karakter morfologi terbaik terhadap tinggi tanaman sebesar 205,70 cm, diameter batang sebesar 2,27 cm,. Sedangkan untuk komponen hasil pada karakter panjang tongkol dengan kelobot sebesar 19,41 cm, diameter tongkol dengan kelobot sebesar 4,05 cm.


Keywords


Hasil tumpangsari, jagung hibrida, karakter morfologi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v6i2.4924
      

Article metrics

10.31604/jap.v6i2.4924 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Basir, M dan F., Kaim. 2004. Penampilan dan Stabilitas 12 Genotipe Gagung (Zea mays L.) Bersari Bebas. Di dalam: Prosiding Simposium Pemuliaan Tanaman IV(Kontribusi Pemuliaan dalam Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan). Balai Penelitian Jagung dan Serealia. Malang. 323 Hal.

Herlina. 2011. Kajian Variasi Jarak dan Waktu Tanam Jagung Manis dalam Sistem Tumpangsari Jagung Manis (Zea mays saccarata Sturt) dan Kacang Tanah (Arachis hypogeal L.).

Jumin, H.B. 2002. Agronomi, Divisi Perguruan Tinggi PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Karima S.S., M. Nawawi., dan N. Herlina. 2013. Pengaruh saat tanam jagung dalam tumpangsari tanaman jagung (Zea mays L.) dan brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis). Jurnal Produksi Tanaman. 1(3): 87-92.

Kementerian Perindustrian. 2016. Kebutuhan Jagung Indonesia. Diakses melalui http://www.kemenperin.go.id pada 5 Mei 2018.

Robi’in. 2009. Teknik Pengujian Daya Hasil Jagung Bersari Bebas (Komposit) di Lokasi Prima Tani Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Buletin Teknik Pertanian, (14) 2 : 45-49.

Ridwan Zubaidah, Y., 2003. Pengaruh persiapan lahan dan varietas terhadap hasil jagung di lahan kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sumatera Barat.

Suarni dan M. Yasin. 2011. Jagung sebagai sumber bahan pangan fungsional. Bulletin IPTEK Tanaman Pangan.

Sullivan, P. 2003 Intercropping Principles and Production Practices. Agronomy System Guide. 12 hlm..

Tarigan, F. H. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Green Giant dan Pupuk Super Bionik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agrivigor 23(7) : 78 – 85.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.