(2) Wiwin Windriyanti
(3) Sri Wiyatiningsih
*corresponding author
AbstractNganjuk merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan total luas tanam 11.300 Ha. Persentase kerusakan tanaman yang besar dapat mengakibatkan penurunan bobot umbi. Studi keanekaragaman serangga merupakan langkah awal dalam pengendalian hama dan pengendalian hama pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan populasi arthropoda di perkebunan bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 140 m dpl dengan aplikasi fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2.400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak pagar 50 cm. Berdasarkan pengamatan populasi artropoda pada perlakuan organik berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan konvensional dan semi organik.
KeywordsBawang Merah, Arthropoda, Formulasi Biopestisida, Populasi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v6i2.4881 |
Article metrics10.31604/jap.v6i2.4881 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Bawang Merah Menurut Propinsi. Jakarta.
Hasibuan, M. 2003. Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta : Bumi Aksara.
Kaleb R., Pasaru F., Khasanah N. 2015. Keanekaragaman serangga musuh alami pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) yang diaplikasi dengan bioinsektisida Beauveria bassiana (Bals.-Criv.)
Krebs, C.J. 1989. Ecology : The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. Third Edition. Harper and Row Publishers. New York. 776 pp.
Nelly N., Aldon R., Amelia K. 2015. Keragaman predator dan parasitoid pada pertanaman bawang merah: studi kasus di daerah Alahan Panjang, Sumatera Barat. Pros Semnas Biodiv Indonesia 1(5):1005-1010
Norris, R.F. and Kogan M. 2005. Ecology of Interaction Between weeds and arthropods. Ann.Rev.Entomol. 50:479-503
Nusyirwan. 2013. Studi musuh alami (Spodoptera exigua Hbn) pada agroekosistem tanaman bawang merah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 13(1):33-37
Pratiwi, R.S., Susanto, T.E., Wardani, Y.A.K., Sutrisno A. 2014. Enzim Kitinase dan Aplikasi di Bidang Industri. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(3), 878-887.
Radiyanto I., Sodiq M., Nurcahyani NM. 2010. Keanekaragaman serangga hama dan musuh alami pada lahan pertanaman kedelai di Kecamatan Balong-Ponorogo. J. Entomol. Indon 7(2):116-121
.
Suin. M.N. 2003 Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukaryorini, P., dan S. Wiyatiningsih. 2009. Peningkatan Hasil dan Ketahanan Kultivar Bawang Merah terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cepae Penyebab Penyakit Moler Menggunakan Formula Suspensi Mikroorganisme. 10-24.
Sumarni dan Hidayat. 2005. Klasifikasi Tanaman Bawang Merah. http://hortikultura.litbang.deptan.go.id. Diakses 25 Oktober 2020
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download