(2) P.K. Dewi Hayati
(3) Aswaldi Anwar
*corresponding author
AbstractTanaman bengkuang memiliki waktu pematangan polong yang tidak serempak. Hal ini menyebabkan waktu untuk pemanenan polong tidak bisa dilakukan dalam sekali pemanenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara waktu dan konsentrasi yang berbeda pada pemberian ethepon terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang, mendapatkan waktu aplikasi ethepon yang terbaik, serta mendapatkan konsentrasi ethepon yang terbaik terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga kelompok. Faktor I, waktu aplikasi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 3 MSA (Minggu Setelah Antesis), 6 MSA, dan 9 MSA. Faktor II, konsentrasi ethepon yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, dan 600 ppm. Diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kelompok, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara waktu aplikasi ethepon dengan konsentrasi ethepon yang berbeda terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Masing-masing perlakuan waktu aplikasi ethepon tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Pemberian ethepon dengan konsentrasi 400 ppm mampu meningkatkan jumlah polong tanaman bengkuang varietas Kota Padang. Keywordsbengkuang, waktu aplikasi, konsentrasi, ethepon, viabilitas, vigor
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jap.v6i2.4281 |
Article metrics10.31604/jap.v6i2.4281 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Akyas. 1989. Harapan dan Keterbatasan Zat Pengatur Tumbuh dalam Rekayasa Budidaya Tanaman. Fakultas Pertanian UNPAD. Bandung.
Copeland, L.O and M.B. McDonald. 2001. Principles of Seed Science and Technology. Kluwer Academic Publishers, London.
Rukmana, H.R., H. Herdi Yudirachman. 2014. Kiat Sukses Budidaya Bengkuang. Yogyakarta: Lily Publisher. 152 hal.
Hidayat, O. 1985. Morfologi Tanaman Kedelai. Dalam Soemaatmadja dan Yuswandi. 1985. Kedelai. Puslitbang Tanaman Pangan Bogor.
Hidayat, N. dan M. Hasanah. 1990. Pengaruh varietas dan kriteria panen terhadap viabilitas benih wijen (Sesame indicum). Keluarga Benih. 1(2): 33-44.
Kamal, H.M. 1995. Effect of some growth regulators on the physical and chemical properties of date fruits. Bull. Facul. Agric. Univ. Cairo 46,215-227.
Witari, S. 2018. Evaluasi Penampilan Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) Generasi M1 Hasil Iradiasi Sinar Gamma. [Skripsi]. Padang. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. 56 hal.
Kassem, H.A., R.S. Al-Obeed. and M.A. Ahmed. 2012. Effect of bioregulators preharvest application on date palm fruit productivity, ripening and quality. African Journal of Agricultural Research.Vol. 7(49), pp. 6565-6572.
Kurniadi, F. P., H. Yetti, dan E. Anom. 2012. Peningkatan Dan Produksi Kacang Hijau Dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan NPK. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor : 74-75
Lakitan, B. 1996, Fisiologis Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta.
Masarirambi, M. T., V.D. Shongwe. and V. Chingwara. 2010. The Effect of GA3 And Ethepon on Synchronization of Coffe (Coffea arabica L.) Flowering and Berry Ripening. International Society for Horticultural Sciencei. 884: 74.
Sadjad, S. 1994. Metode Uji Langsung Viabilitas Benih. IPB. Bogor.
Shaybany, B., dan H. Sharifi. 2015. Effect of Pre-Harvest Applications of Ethephon on Leaf Abscission, Fruit Drop and Constituents of Fruit Juice in Pomegranates. Journal of Horticultural Science,.48(3),293-296.
Refbacks
- There are currently no refbacks.









Download