TINGKAT KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK DURIAN MONTONG PADA BERBAGAI TIPE SAMBUNGAN

(1) * Jumaldi Jumaldi Mail (Tanjungpura universty, Indonesia)
(2) Hidayat Hidayat Mail (, Indonesia)
(3) Darussalam Darussalam Mail (, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok. Faktor petak utama (s) berupa tipe sambung pucuk, sedangkan faktor anak petak (p) berupa lama perendaman air kelapa. Masing-masing faktor terdiri atas tiga taraf perlakuan sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Seluruh perlakuan ditempatkan pada tiga kelompok percobaan yang menghasilkan 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas empat bibit hasil penyambungan sehingga jumlah keseluruhan sampel yang diamati mencapai 108 tanaman. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, persentase mati, waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, serta daun pecah pertama. Bahan penelitian mencakup bibit batang bawah, entres durian, air kelapa, tanah, sekam, pupuk kandang, polybag berukuran 15 × 15 cm, insektisida, fungisida, paranet, alkohol 70%, dan kapas. Peralatan yang digunakan terdiri atas pisau okulasi, gunting pangkas, nampan, silet, penggaris, serta kertas milimeter blok. Pemeliharaan bibit dilakukan secara intensif selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sambung celah memberikan tingkat keberhasilan penyambungan tertinggi, sedangkan perendaman entres durian dalam air kelapa selama tiga jam merupakan perlakuan yang efektif dalam mendukung keberhasilan sambung pucuk.


Keywords


Air Kelapa; Durian; Sambung Pucuk; Tipe Sambungan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v11i3.26978
      

Article metrics

10.31604/jap.v11i3.26978 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Afdhol Ramadhan RS, Tiara Septirosya, Syukria Ikhsan Zam, & Indah Permana Sari. (2024). Keberhasilan Sambung Pucuk Durian (Durio zibethinus Murr.) pada Aplikasi Air Kelapa Sebagai Zat Pengatur Tumbuh. 2, 28–34.

George, E. F. ., Hall, M. A. ., & Klerk, G.-J. de. (2008). Plant propagation by tissue culture. Springer.

Hartmann, H. T., Kester, D. E., Davies, F. T., & Geneve, R. L. (2018). Hartmann & Kester's Plant Propagation: Principles and Practices (9th ed.). Pearson.

Loreti, E., & Perata, P. (2020). The many facets of hypoxia in plants. In Plants (Vol. 9, Issue 6, pp. 1–14). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/plants9060745

Mintah, L. O., Arhin, L., Ofosu-Anim, J., & Nkansah, G. O. (2018). Effect of coconut (Cocos nucifera L.) water of different fruit maturity stages on axillary bud initiation, growth and development of plantain (Musa AAB.). Journal of Applied Horticulture, 20(1), 42–47. https://doi.org/10.37855/jah.2018.v20i01.07

Wang, L., Liao, Y., Liu, J., Zhao, T., Jia, L., & Chen, Z. (2024). Advances in understanding the graft healing mechanism: a review of factors and regulatory pathways. Horticulture Research, 11(8). https://doi.org/10.1093/hr/uhae175

Yong, J. W. H., Ge, L., Ng, Y. F., & Tan, S. N. (2009). The chemical composition and biological properties of coconut (Cocos Nucifera L.) water. In Molecules (Vol. 14, Issue 12, pp. 5144–5164). https://doi.org/10.3390/molecules14125144


Refbacks

  • There are currently no refbacks.