IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc) PADA ELEVASI YANG BERBEDA

(1) * Elda Sari Siregar Mail (Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) di dataran tinggi, ntuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran medium, Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran sedang. Hasil penelitian ini adalah: Hasil penelitian tanaman salak pada 3 elevasi di tapanuli selatan dengan elevasi yang berbeda tidak berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat tidak berpengaruh terhadap morfologi tanaman salak di buktikan dari dendogram yang telah di buat membuktikan bahwa tidak banyak didapatkan keragaman morfologi, yang membedakan hanya pada panjang pelepah,panjang tangkai daun, bentuk buah, dan rasa buah. Hasil penelitian di 3 elevasi terdapat beberapa aksesi yang memilki kemiripan AS1 dan AS2 semua morfologi mirip hanya saja yang membedakan pada bentuk buah, AB1 dan AB7 semua morfologi sama yang membedakan hanya pada warna buah, bentuk buah, dan warna biji, AB2 dan AT6 semua morfologi mirip tidak ada yang membedakan, dan AB2 dan AT5 memiliki kemiripan hanya saja yang membedakannya hanya bentuk buah dan rasa buah.


Keywords


Identifikasi, Morfologi, Tanaman Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc), Elevasi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i4.14470
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i4.14470 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Admin.2007. Salak Padang Sidimpuan.Artikel Padang Sidimpuan, berkerjasama dengan artikel Kioss Project. Aksara

Anarsis. 2006, agribisnis komoditas salak. Bumi aksara.jakarta.

Anonim. 1995. Direktorat Gizi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dalam Teknik Produksi Salak Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Litbang Pertanian Jakarta. 67 Hlm.

Anonim, 1998, Pedoman Penggunaan Antibiotik Nasional, Edisi I, Dirjen Pelayanan Medik Depkes RI, Jakarta.

Ashari, 2005. Hortikultura Aspek Budidaya, Universitas Indonesia Press (UI Press). Jakarta.

BPS, 2009. Kabupaten Tapanuli Selatan. Tapanuli Selatan Kab bps go.id/content/sosial.

BPS Tapsel 2010. BadanPusatStatistikTapanuli Selatan dalamangka 2010

Badan Pusat Statistik Tapanuli Selatan, 2015. Produksi Salak Dalam Angka Kabupaten Tapanuli Selatan. Bps go.id/social. Dinas Pertanian Kab Tapanuli Selatan.

Badan Pusat Statistik, 2018, Luas Wilayah, Tapanuli Selatan. Sumatera Utara. Rubiyo dan Sunarsono B, Tingkat Produktivitas Salak (Salacca edulis L.) dan Status Hara Tanah Menurut Ketinggian Tempat di Bali 7 hal. http:ntb,litbang.deptan.go.id [2 Februari 2017].

Campbell, 2003, Biologi, Alih Bahasa : L Rahatu, E,I,M Adi, N Anita, Andri, W. F Wibowo, , W , Manalu, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Darmadi, 2001. Tingkat kematangan Salak. Skripsi IPB. Bogor.

Greenaaway, T. 1999, Buku Saku Buah, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Lalila S. 2009. “Analisis Finansial Industri Pengolahan Dodol Salak dan Prospek Pengembangannya di Kabupaten Tapanuli Selatanâ€

Nandariyah, 2012. Klasifikasi kultivar salak jawa berdasarkan sifat morfologi dan molikuler RAPD. UNS, Surakarta.

Nandariyah et al, 2000, Pengaruh Tetua jantan dalam persilangan terhadap produksi dan kandungan kimiawi buah Pondoh Super. Zurial, 11(1):33-38.

Mahyar, U. 1993, Salak. Dalam H. Sutarno, H.sujito, S.S. Hardjadi, pendayagunaan tanaman buah-buahan pada lahan kritis, yayasan prosea Bogor MAB.UNESCO/ROSTSEA Jakarta, indonesia, pp

-43 Santoso, H.B. 1990. Salak Pondoh. Yogyakarta Penerbit Kanisius.

Purnomo, H. 2010. BudidayaSalakPondoh. Aneka ilmu, Semarang

Sudjijo, 2009, Karakterisasi dan evaluasi 10 Aksesi salak di Sijujung Sumatera Barat. Buletin Plasma Nutfah, 15(2): 75-79.

Sulastri, S. 1986. Studi Morfologi Kromosom Buah Salak. LaporanPenelitian.

Sumarjono, H. 2005. Berkebun 21 JenisTanamanBuah.PenebarSwadaya. Jakarta.

Sutoyo dan suprapto. 2010. Budidaya tanaman salak balai pengkajian tehnologi pertanian, jawa tengah

Sulastri, 2000. Studi Kromosom Buah Salak, Laporan Penelitian, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta.

Suskendriyati, Arta Wijayati, Nur Hidayah, dan Dewi Chayuningdari. 2000. Studi Morfologi dan Hubungan Kekerabatan Varietas Salak Pondoh di Dataran Tinggi Sleman. FMIPA. Universitas Surakarta. Biodiversitas Vol. 1, Nomor 2, Juli 2000, Hal 59-64.

Syukur et al, 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Penebar Swaday, Bandung.

Sujana, 2007, Kamus Besar Biologi, Jakarta Mega Aksara, Pustaka: Grafika.

Suskendriyati, et al, 2000. Studi morfologi dan hubungan kekerabatan varietas salak pondoh (Salacca zalacca (Gaert.) Voss.) di dataran tinggi Sleman Biodiversitas, 1(2):59-64.

Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi tumbuhan. Gadjah mada university press. Yogyakarta

Tjahjadi, N. 1996.BertanamSalak. Kanisius.Yogyakarta.80 hal.

Verheij, E. W. M. Dan Coronel, R. E. 1997. Sumber daya nabati Asia Tenggara 2 Buah – buahan yang dapat dimakan. Gramedia Pustaka utama. Jakarta 568 Hal


Refbacks

  • There are currently no refbacks.