ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS SINGKONG (STUDI KASUS PADA “UMKM SERBA SINGKONG†DI KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, KOTA CIMAHI)

(1) * Nova Dianti Putri Sulaeman Mail (Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(2) Wagiono Wagiono Mail (Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(3) Yeni Sari Wulandari Mail (Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Singkong merupakan komoditi yang potensial untuk diusahakan namun memiliki beberapa permasalahan seperti masih dipandang sebagai bahan pangan kelas bawah (inferior) serta memiliki sifat yang mudah busuk dan rusak (perishable) maka diperlukan peran industri pengolahan sebagai solusi penanganan pasca panen yang tepat. “UMKM Serba Singkong†merupakan industri pengolahan di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi yang menciptakan diversifikasi produk olahan berbasis singkong bernilai tambah dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan singkong menjadi egg roll rasi cookies, cireng dan dendeng kulit singkong, menganalisis nilai tambah dan menganalisis pendapatan dari masing-masing produk. Pemilihan lokasi dan responden sebanyak 3 orang dipilih secara sengaja (purpossive). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, metode nilai tambah Hayami dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan singkong menjadi egg roll rasi cookies melalui dua tahap; proses pengolahan singkong menjadi cireng melalui dua tahap; sedangkan proses pengolahan kulit singkong menjadi dendeng hanya melalui satu tahap saja. Nilai tambah dari pengolahan egg roll, cireng dan dendeng kulit singkong masing-masing adalah sebesar Rp133.713/kg; Rp80.253/kg; Rp36.651/kg. Hasil analisis pendapatan dari pengolahan egg roll sebesar Rp500.827/satu kali proses produksi setara Rp1.502.481/bulan; dari pengolahan cireng sebesar Rp842.984/satu kali proses produksi setara Rp2.528.952/bulan; dari pengolahan dendeng kulit singkong adalah sebesar Rp1.473.906/satu kali proses produksi setara Rp1.473.906/bulan.


Keywords


Diversifikasi, Nilai Tambah, Pendapatan, Singkong

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i4.13886
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i4.13886 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik. 2019. Cimahi dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kota Cimahi, Cimahi.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2020. Produksi ubi kayu menurut provinsi di Indonesia pada tahun 2016-2020. Dirjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian, Jakarta.

Epaga, P. 2018. Analisis nilai tambah agroindustri pengolahan kopi arabika ekspor di Kabupaten Aceh Tengah (Studi kasus pada orro coffee gayo dan KSU sara ate. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Hayami, Y., Kawagoe, T. Mooroka, Y., dan Siregar, M. 1987. Agriculture marketing and processing inupland Java, A Perpective from a Sunda village. CGPRT Centre, Bogor.

Indrayana, K., Sirappa, M. P., dan Ricky, M. 2018. Diversifikasi pengolahan ubi kayu dalam meningkatkan ketahanan pangan di Sulawesi Barat. Jurnal Agrotan. 4(1): 37-45.

Partini dan Sari, I. 2022. Kebijakan pengembangan ketahanan pangan lokal. Jurnal Agribisnis. 11 (1): 78-83.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.