(2) Dini Rakhmawati
(3) Hartoto Sutopo
*corresponding author
SariAbstrak: SMK Negeri 4 Semarang menyediakan pelayanan Bimbingan Konseling (BK), pelayanan ini sebagai bentuk perhatian sekolah kepada peserta didik yang memiliki berbagai macam permasalahan, terutama dalam bidang pribadi. Adakalanya, peserta didik kurang terbuka akan permasalahan yang mereka alami. Salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial manusia, dalam rangka mengekspresikan kemampuan individu untuk memperlihatkan pikiran, perasaan, dan kegiatan dengan orang lain secara jujur dan terbuka perlu adanya keterbukaan diri. Kemampuan untuk terbuka diri sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan yang berhubungan dengan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keterbukaan diri peserta didik kelas X Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK N 4 Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbukaan diri peserta didik di SMK N 4 Semarang Tahun Ajaran 2022/2023 rata-rata berada diposisi kategori sedang dengan 90,8%, walaupun ada sebagian dari peserta didik yang memiliki tingkat keterbukaan diri yang tinggi 8,3% dan rendah 0,9%.            Kata kunci: Keterbukaan Diri, Peserta Didik, Sekolah Menengah Kejuruan Kata KunciKeterbukaan Diri, Peserta Didik, Sekolah Menengah Kejuruan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i2.254-261 |
Article metrics10.31604/ristekdik.2023.v8i2.254-261 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
Referensi
Budiarti, E., & Indrawati, S. (2017). Pengaruh tingkat kepercayaan diri, budaya sekolah, dan faktor personal terhadap keterbukaan diri peserta didik. Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 3(2), 156–166.
Dora, R. E. (2017). Self Disclosure Muslimah Berhijab Di Media Sosial Instagram (Studi Deskriptif Kepada Anggota Komunitas Hijabers Malang). Diss. University of Muhammadiyah Malang.
Hasna, A. (2019). Hubungan Antara Keterbukaan Diri dan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas Viii A di Smp Negeri 3 Ungaran Tahun Ajaran 2018/2019. Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Semarang.
Ifdil, I. (2013). Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya Bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ilmu Pendidikan.
Nofembri, A., Fitria, L., & Radyuli, P. (2021). Hubungan Self Disclosure dengan Kepercayaan Diri Siswa dalam Mengemukakan Pendapat di Depan Kelas. Jurnal PTI (Pendidikan Dan Teknologi Informasi) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA" YPTK" PADANG, 64–70.
Prabawa, A. F. I., Ramli, M., & Fauzan, L. (2018). Pengembangan website cybercounseling realita untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 3(2), 59–68.
Rizki, B. M. T. (2015). Self Disclosure: Definisi, Operasionalisasi, dan Skema Proses. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 7(1), 35–41.
Sari, N. P., & Wijayanti, L. M. (2019). Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Keterbukaan Diri Siswa. Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 5(1), 15–24.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfabeta.
Sunaryo. (2016). Keterbukaan Diri Peserta Didik di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 22(1), 67–75.
Wahyuni. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Peserta Didik dalam Mengungkapkan Diri di Kelas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(3), 1–13.
Wardhani, A. K. (2017). Hubungan Keterbukaan dengan Prestasi Akademik Peserta Didik. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##







Download