REFLEKSI REMAJA AKHIR TERHADAP PENGALAMAN MASA KANAK-KANAK AKHIR USIA 6–12 TAHUN DALAM TAHAP PERKEMBANGAN INDUSTRI VS INFERIORITAS

(1) * Maulida Shanti Yusuf Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Zhilla Rahim Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Dewi Yunisari Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Dina Amalia Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menggali refleksi enam remaja akhir (usia 18–19 tahun) terhadap pengalaman masa kanak-kanak akhir mereka (usia 6–12 tahun), dalam konteks tahap perkembangan psikososial Industry vs. Inferiority menurut teori Erik Erikson. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa pengalaman mendapatkan dukungan, pengakuan, serta pencapaian pada masa kanak-kanak memiliki keterkaitan yang erat dengan tingkat kepercayaan diri dan persepsi terhadap kompetensi pribadi di akhir masa remaja. Sebaliknya, pengalaman kegagalan yang berulang serta kritik tanpa dukungan konstruktif berkontribusi pada terbentuknya rasa rendah diri yang terus memengaruhi pandangan individu terhadap diri mereka sendiri. Temuan ini menyoroti pentingnya peran lingkungan, termasuk orang tua, guru, dan teman sebaya, dalam membentuk konsep diri dan rasa kompetensi sejak usia dini. Lingkungan yang suportif dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong perkembangan psikologis yang sehat, sementara lingkungan yang kurang mendukung berpotensi membentuk pola ketidakpercayaan diri yang persisten. Meski demikian, dukungan sosial yang hadir di kemudian hari dapat berperan sebagai faktor protektif yang membantu memulihkan dan memperkuat kembali rasa percaya diri individu.

Keywords


Industri Vs Inferioritas; Kanak-Kanak Akhir; Refleksi Remaja

   

DOI

https://doi.org/10.31604/ipj.v4i1.25867
      

Article metrics

10.31604/ipj.v4i1.25867 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ahmed, S. K., Mohammed, R. A., Nashwan, A. J., et al. (2025). Using thematic analysis in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 6, 100198. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2025.100198

Darmawan, I. (2009). Kiat jitu Taklukkan Psikotest (Yogyakarta). Buku Kita.

Erikson, E. H. (1950). No Title Childhood and society. Norton & Company.

Finlay, L. (2014). Engaging phenomenological analysis. Qualitative Research in Psychology, 11(2), 121–141. https://doi.org/10.1080/14780887.2013.807899

Fitria, M. N. (2025). Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikososial Anak: Studi Kasus di Desa Undaan Tengah Kudus. Widya Acitya: Journal of Multidisciplinary Research, 1(1), 33-38.

Hariandika, F. (2022). Hubungan Labelling terhadap Konsep Diri Siswa di SMK Negeri 1 Ampek Angkek. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v6i3.4466

Howe, N., Paine, A. L., Ross, H. S., & Recchia, H. (2022). Sibling relations in early and middle childhood. The Wiley?Blackwell Handbook of Childhood Social Development, 443–458. https://doi.org/10.1002/9781444390933.ch19

Hurlock. (1976). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Huang, S. (2021). Parent-children relationship and internet addiction of adolescents: The mediating role of self-concept. Current Psychology, 40(5), 2510–2517. https://doi.org/10.1007/s12144-019-00199-9

Ida, K. (2008). Eriksonian industry and identity: The transition from childhood (latency) to adolescence and the assumed-competence. Japanese Journal of Psychological Science, 28(2), 28–41. https://doi.org/10.20789/jraps.28.2_28

Issawi, S., & Dauphin, B. (2017). Industry versus Inferiority. Encyclopedia of Personality.

Lubis, R., Asyura, A., Zywetta, A., Al-Saudia, N., Aisah, N., Rezky, R., & Rambe, S, S. (2024). Perkembangan pada Masa Sekolah Anak Usia 6-12 Tahun. MODELING. Jurnal Program Studi PGMI, 11(1), 682–688.

Maiz, E. (2018). Trait anxiety and self-concept among children and adolescents with food neophobia. Food Research International, 105, 1054–1059. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2017.12.037

Marlina, Y., Desi, D., & Dary, D. (2023). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia 6-11 Tahun di Salatiga. Jurnal Vokasi Keperawatan, 6(2), 218–227. https://doi.org/10.33369/jvk.v6i2.31417

Masten, A. S. (2015). Ordinary magic: Resilience in development. Guilford Press.

Riser, D., Spielman, R. M., & Biek, D. (2024). Lifespan development. OpenStax. https://openstax.org/books/lifespan-development/pages/8-1-identity-self-concept-and-self-esteem-in-middle-childhood

Rohmalimna, A., Yeau, O., & Sie, P. (2022). The Role of Parental Parenting in the Formation of the Child’s Self-Concept. World Psychology, 1(2), 36-45. https://doi.org/10.55849/wp.v1i2.99

Santrock, J, W. (2003). Life Span Development. Erlangga.

Sawitri, N., & Kusmawati, A. (2025). Pembentukan Konsep Diri dan Tindakan Labeling pada Remaja. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 3(1), 117–125.

Suwetty, A. M., Beni, . K. N. & Riwu, . G. E. L. (2026) Factors associated with psychosocial development among school-aged children (6–12 years) based on Erikson’s Theory: A cross-sectional study from Kupang, Indonesia. Rawal Medical Journal, 51 (2), 426-429. doi:10.5455/rmj.20251208120153

Syahraeni, A. (2020). Pembentukan konsep diri remaja. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan Dan Penyuluhan Islam, 7(1).

Vaillant, G. E., & Vaillant, C. 0. (1981). Natural history of male psychological health, X: Work as a predictor of positive mental health. American Journal of Psychiatry.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.