Analisis Pola Perbedaan Konsep Isyarat dan Bahasa Indonesia dalam Praktik Pekerjaan Sosial

(1) * Haya Fauziyyah Shiyami Mail (Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia)
(2) Aina Dwi Azalia Mail (Politeknik Keejahteraan Sosial Bandung, Indonesia)
(3) Muhammad Razka Widiantara Mail (Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia)
(4) Nadine Nadhifa Arizalda Mail (Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia)
(5) Mochamad Whilky Rizkyanfi Mail (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia)
(6) Denti Kardenti Mail (Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsep antara Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Bahasa Indonesia serta menanamkannya terhadap praktik pekerjaan sosial. Bahasa Indonesia bersifat linier dan fonologis dengan pola gramatika Subjek–Predikat–Objek–Keterangan (SPOK), sedangkan BISINDO bersifat visual dan spasial yang menekan simultanitas gerak, ekspresi wajah, dan ruang. Perbedaan sistem representasi makna ini sering menimbulkan kesulitan komunikasi antara pekerja sosial dan klien Tuli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara terhadap pengguna bahasa isyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan struktur dan logika bahasa menyebabkan pengguna BISINDO mengalami hambatan dalam memahami Bahasa Indonesia, terutama dalam konteks akademik dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara penutur dengar dan Tuli melalui penyediaan juru bahasa isyarat dan adaptasi metode pembelajaran bahasa. Pemahaman terhadap kedua sistem linguistik ini penting untuk membangun komunikasi yang inklusif, setara, dan efektif dalam konteks pekerjaan sosial.

Keywords


Perbedaan; bahasa Indonesia; konsep Isyarat

   

DOI

https://doi.org/10.31604/linguistik.v11i1.%25p
      

Article metrics

10.31604/linguistik.v11i1.%p Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Nainggolan, K. (2025). Sintagmatik dalam Analisis Struktur Kalimat Bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 215–222. DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.6247

Putri, S. L., Angraini, D., Alifa, N. Y., Nazurty, & Noviyanti, S. (2023). Sejarah dan Perkembangan Bahasa Indonesia. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(5), 11113–11123. E-ISSN 2807-4238, P-ISSN 2807-4246. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Pertiwi Isma, S. T. (2023). Pola Kalimat Transitif pada Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO): Sebuah Studi Variasi Bahasa. Multikultura: Jurnal Ilmu Budaya Universitas Indonesia, 2(3), 349–372. DOI: 10.7454/multikultura.v2i3.1058

Gumelar, G., Hafiar, H., & Subekti, P. (2018). Bahasa Isyarat Indonesia sebagai Budaya Tuli melalui Pemaknaan Anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu. INFORMASI: Kajian Ilmu Komunikasi, 48(1), 65–78. DOI: 10.21831/informasi.v48i1.17727

Maulida, D. K. (2021). Semiotika dalam Komunikasi Penyandang Tunarungu (Studi pada GERKATIN). Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. (Skripsi).

Awanisakalili & Gumelar, G. (2018). Bahasa Isyarat Indonesia dan Representasi Budaya Tuli dalam Perspektif Fenomenologi. INFORMASI: Kajian Ilmu Komunikasi, 48(1), 65–78.

Kamil, R. (2021). Perancangan Aplikasi Bahasa Isyarat “ Isyaratku ” Dengan Deep Learning Serta Google Cloud Platform. 1(2), 90–97.

Nugraheni, A. S., Husain, A. P., & Unayah, H. (2021). Optimalisasi penggunaan bahasa isyarat dengan sibi dan bisindo pada mahasiswa difabel tunarungu di prodi pgmi uin sunan kalijaga.

Penerjemahan, J. (2020). BAHASA ISYARAT DAN JURU BAHASA ISYARAT: PERKEMBANGAN DAN ISU Raja Rachmawati*. 7(2), 87–108.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra

issn online : 2548-9402 | issn cetak : 2541-3775
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl.Stn Mhd Arief No 32 Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Email: jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id

RTP SLOT