(2) Azkia Rihadatul Aisy
*corresponding author
AbstractPartisipasi perempuan di ranah publik bukan merupakan suatu fenomena baru, Â representasi perempuan yang menempati jabatan struktural dapat diibaratkan seperti piramida, semakin tinggi jabatannya maka semakin sedikit jumlah perempuannya, dan sebaliknya semakin rendah jabatannya maka jumlah perempuan di dalamnya semakin banyak. Dengan metode Penelitian Kualitatif yang sifatnya deskriptif, bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai hambatan PNS perempuan dalam menduduki posisi jabatan struktural. Kami mendapatkan hasil bahwa partisipasi PNS perempuan dalam jabatan struktural cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan PNS laki-laki karena adanya fenomena yang disebut glass ceiling. Namun faktor yang dominan adalah budaya patriarki yang mempengaruhi cara berpikir bahwa perempuan tidak boleh bersaing dengan laki-laki untuk menduduki jabatan. Karena adanya hambatan tersebut maka terjadilah ketidaksetaraan gender pada posisi jabatan struktural. Kata kunci: Glass Ceiling, Jabatan Struktural, Perempuan KeywordsGlass Ceiling, Jabatan Struktural, Perempuan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/justitia.v6i1.72-81 |
Article metrics10.31604/justitia.v6i1.72-81 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Badan Kepegawaian Negara. (2020). BUKU STATISTIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DESEMBER 2020 - Statistik Pegawai Negeri Sipil Keadaan: Desember 2020.
Kementerian PPPA. (2020). Pembangunan Manusia Berbasis Gender. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8(1), 15–21.
Republik Indonesia. (2014). Undang-undang Republik Indonesia No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. 1–104.
-, P. (2014). Glass Ceilling Dan Guilty Feeling Sebagai Penghambat Karir Perempuan di Birokrasi. KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2), 218–228. https://doi.org/10.15294/komunitas.v5i2.2740
Artisa, R. A. (2014). Perempuan dalam Birokrasi Hambatan Kepemimpinan Perempuan dan Birokrasi Pemerintah Provinsi DIY. Jurnal Pembangunan Dan Kebijakan Publik, 5(1), 8–15.
Astuti, P. (2017). Peluang Pns Perempuan Dalam Memperoleh Jabatan Struktural: Studi Kualitas Kesetaraan Gender Di Pemerintah Kota Semarang. POLITIKA: Jurnal Ilmu Politik, 3(2), 68–83.
Meo, E. N., & Boro, V. I. A. (2021). Kesetaraan Gender dalam Perekrutan Aparatur Sipil Negara Menempati Jabatan Struktural di Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perspektif, 10(1), 204–210. https://doi.org/10.31289/perspektif.v10i1.4274
Miranti, A. (2022). Perempuan dalam Birokrasi Hambatan Kepemimpinan Peremuan Dalam Birokrasi Pemerintah Kota Magelang. Vol 3(1), hal 1-8. http://smkn1magelang.sch.id/jpm/index.php/jpm/article/view/1/1
Nasution, W., Irawati, H., & Muhafidin, D. (2022). Glass Ceiling daam Peningkatan Jenjang Karir Pegawai NEgeri Sipil Perempuan di Lingkungan Pemerintah Kota Medan. Jurnal Administrasi Negara, 14(1), 368–384.
Saraswati, D. (2016). Studi Tentang Representasi Gender Dalam Jabatan Struktual Pada Pemerintah Kota Balikpapan. 4(1), 177–188.
Susanto, N. H. (2015). Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender. Muwazah, 7(2), 120-130.
Ummah, B. (2014). Peluang Pegawai Negeri Sipil Perempuan dalam Pengisian Jabatan Struktural di Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Wahyudi, Y., Suwarni, S., & Andayani, A. (2013). Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural Pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu. Media Infotama, 9(1), 190–209.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora






Download