PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN KEMANDIRIAN KLIEN ASIMILASI RUMAH DI BAPAS KELAS I JAKARTA TIMUR-UTARA

(1) * Bayu Anggoro Krisnapati Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(2) Ali Muhammad Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(3) Umar Anwar Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(4) Budi Priyatmono Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dampak Covid-19  terlihat dari tingkat kriminalitas di Indonesia yang semakin tinggi dan membuat lembaga pemasyarakatan menjadi klaster baru resiko penyebaran virus. Untuk itu, pemerintah menerapkan pemberian kebijakan Asimilasi Rumah, salah satunya di Bapas Kelas I Jakarta Timur Utara. Salah satu bimbingan dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang diberikan adalah program kemandirian. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peran pembimbing kemasyarakatan dan kendala yang dihadapi dalam program bimbingan kemandirian klien Asimilasi Rumah di Bapas Kelas I Jakarta Timur Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kasus sosial yang mengangkat kasus peran PK dalam program kemandirian di Bapas. Hasil penelitian ditunjukan bahwa program kemandirian berkaitan dengan bimbingan dari PK, pemberian pelatihan dengan kerja sama warga sekitar dan bimbingan baik secara daring dan pelatihan dilakukan rutin di Bapas oleh PK. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala berupa kurangnya pemaksimalan akses internet dan fasilitas teknologi yang tidak mendukung kegiatan sehingga perlu ditingkatkan.


Keywords


Asimilasi; Peran; Pembimbing Kemasyarakatan; Program Kemandirian

   

DOI

https://doi.org/10.31604/justitia.v9i4.1918-1928
      

Article metrics

10.31604/justitia.v9i4.1918-1928 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Basri, H. (1996). Remaja Berkualitas Problematika Remaja dan Solusinya.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cohen, B. J. (1992). Role Theory: Expectations, Identities and Behaviours. USA: Academic Press.

Cutrona, C. (1994). Peceived parental social support and academic achievement: an attachment theory perspective. Journal of Personality and Social Psychology Vol. 66 No. 2.

Dewanti , M. (2017). Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Pelaksanaan Pembebasa Bersyarat Untuk Mencegah Reoffending (Studi Kasus Balai Pemasyarakatan Klas II A Bogor). Skripsi Penelitian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Einsiedel, L. (1968). Succes and Failure of Some Community Development Projects in Batangas. Manila: University of Philippines.

Ferguson, E. (1963). Social Work an Introduction. Philadelphia & New York: Skidmore College J. B Lippincott Company.

Goettlieb, B. (1983). Social Support Strategie: Guideliness for Mental Health Practice. London: Sage Publication.

Johnson, L. (1992). Social Work Practice - A Generalist Approach . London: Allyn and Bacon, Inc.

Indonesia, Keputusan Menteri Kehakiman No. M.01.PR.07.03 Tahun 1997 tentang pengubahan nama Balai Pemasyarakatan

Indonesia, Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02.PR.08.03 tahun 1999 tentang pembentukan Balai pertimbangan Pemasyarakatan dan Tim Pengamat Pemasyarakatan

Indonesia, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (PERMENKUMHAM) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi Rumah, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19

Indonesia, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No 24 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi Rumah, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19

Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingaan Warga Binaan Pemasyarakatan

Indonesia, Undang-Undang No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Maslihah, S. (2011). Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT Assyfa Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal Psikologi Undip Vol. 10 No. 2.

Muhammad, A. (2018). Pengantar Managemen Kasus Dalam Praktek Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Depok: POLTEKIP

Muhammad, A. Sarafino, E. (1997). Health psychology: Biopsychological Interactions (4rd ed). New York: John Wiley & Sons, Inc.

Muhammad, L. (2019). Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Meningkatkan Bimbingan Kemandirian di Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Selatan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 4 No. 2.

Mutadin, Z. (2002). Kemandirian sebagai Kebutuhan Psikologis pada Remaja. Jurnal E. Psikologi.

Sa'adiyah, R. (2017). Pentingnya Melatih Kemandirian Anak. Jurnal Kordinat Vol. XVI No. 1.

Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Gramedia.

Sujatno, A. (2008). Pencerahan di balik Penjara: Dari Sangkar Menuju Sanggar untuk Menjadi Manusia Mandiri. Jakarta: Teraju.

Zastrow, C. (1995). The Practice of Social Work 5th Edition. Pasific Grove California: Brooks/Cole Publishing Company.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora