PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI PENCEGAHAN DARI HULU DI MALUKU

Ester D Leatemia, Natelda R. Timisela, S. Palijama, Febby J Polnaya, Mardiman Mardiman, Desta Janu Kuncoro, Johanna M. Luhukay

Abstract


Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Setengah dari provinsi di Indonesia memiliki angka prevalensi stunting lebih tinggi dari angka nasional. Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka prevalensi stunting diatas angka nasional. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) dan susenas tahun 2019 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Maluku 30,38 persen. Pada tahun 2021 angka prevalensi stunting mengalami penurunan di Maluku menjadi 28,70 persen (Berdasarkan SSGI,2021). Tingginya angka prevalensi stunting di Maluku merupakan masalah yang serius dan perlu segera diatasi oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab stunting dan dampaknya, mengetahui strategi pencegahan stunting, dan mengetahui percepatan penurunan stunting melalui pencegahan dari hulu di Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Target penurunan prevalensi stunting yang semakin mendekati masa waktu pencapaian pada tahun 2024 memerlukan strategi yang komprehensif dengan program yang dijalankan. Pencegahan stunting dari hulu baik pada fase remaja dan fase calon pengantin dapat membatu pengambilan kebijakan baik di level nasional maupun level provinsi/kabupaten/kota. Untuk itu diperlukan penguatan strategi penurunan stunting di dari hulu dengan edukasi dan pendampingan pranikah.


Keywords


Percepatan, prevelensi, stunting, pencegahan, hulu

Full Text:

PDF

References


Al Rahmad, A. H. (2019). Pengaruh Penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada Pasangan Usia Subur di Perkotaan dan Perdesaan. Jurnal Kesehatan, 10(1): 147. https://doi.org/10.26630/jk.v10i1.1217.

Candra MKes(Epid), D. A. (2020). Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. In Epidemiologi Stunting.

Melly, M., & Magdalena, M. (2018). Pengaruh Penyuluhan Metode Ceramah dan Audio-Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang 1000 HPK Di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru. Mahakam Midwifery Journal (MMJ), 2(4), 255–266.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide - Stunting dan Upaya Pencegahannya. In Buku stunting dan upaya pencegahannya.

Rahayu, A., Khairiyati, L. 2014. Risiko Pendidikan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada AnaK 6-23 bulan (maternal education as risk factor stunting of child 6-23 months-old). Penel Gizi Makan, 37 (2): 129-136.

Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting Di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2

Suharmiati, Fahriani, A. A., & Ramdhani, S. (2016). Buku Seri Riset Etnografi Kesehatan 2016 : Tradisi Bowo dan Malnutrisi pada Etnik Nias. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Leroy JF, Habicht JP, de Cossío TG, and Ruel MT. (2014). Maternal education mitigates the negative effects of higher income on the double burden of child stunting and maternal overweight in rural Mexico. The Journal of Nutrition. 5:765-770.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v10i2.2023.666-675

Article Metrics

Abstract view : 5063 times
PDF - 2610 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.