KEJUTAN BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP KOREA SELATAN

Akbar Fuady Abdullah, Nentin Feriyanti, Manahan Budiarto Panjaitan

Abstract


Bebasnya akses masuk budaya asing ke dalam Indonesia menyebabkan kejutan budaya yang dialami oleh warganya. Tingkah laku dan bahasa masyarakat terpengaruh oleh hal ini. Jika hal ini terus terjadi, maka generasi muda Indonesia perlahan dikhawatirkan dapat melupakan budaya mereka. Beberapa diantara mereka mengalami kecanduan sehingga menyebabkan waktu mereka terbuang dan tidak terpakai secara produktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan pencarian dokumen dari internet sebagai metode pengumpulan data. Partisipan merupakan penikmat drama Korea yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Partisipan rata-rata berusia 25 hingga 30 tahun dan berprofesi sebagai mahasiswa aktif, dosen, pekerja kantoran dan ibu rumah tangga. Masuknya budaya asing ke Indonesia tidak mempengaruhi sistem keamanan nasional. Budaya yang masuk hanya sebatas hiburan dan kulinerasi. Namun perlu diwaspadai jika hal ini terjadi, maka generasi muda harus lebih bijak dalam memilih budaya asing yang perlu mereka pelajari dan tidak sepenuhnya melupakan budaya asli mereka. Untuk menanggulangi hal itu, televisi Indonesia dapat menayangkan tayangan tentang budaya asli negara Indonesia dan memperkenalkan hal tersebut kepada anak-anak yang masih berusia dini. Para partisipan bersepakat peran orang tua dalam menuntun anak-anak mereka agar lebih bijak dalam memilih hiburan yang membawa dampak positif dalam hidup mereka.


Keywords


Kejutan budaya, Korea Selatan, masyarakat Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Ardianto, Y. (1999). Memahami metode penelitian kualitatif. Diakses dari: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12773/Memahami-Metode-Penelitian- Kualitatif.html (diakses pada 24 Juni 2021).

Ariffin JT, Abu Bakar H, Yusof NH. (2018). Korean media strategies in promoting Korean dramas in Malaysia. International Journal of Innovative Research in Engineering & Management (IJIREM) vol. 5 issue 1.

Arnas, N. (2009). Fighting Chance: Global Trends and Shocks in The National Security Environment. National Defense University Press: Washington D.C. halaman 293.

Bochner S, Furnham A. (1986). Culture shock. Methuen: London.

Dale M. (1996). The nature of culture shock: ideas for lower-level students. Document Resume: Guides Classroom Use – Teaching Guides – Information Analyses. Mukogawa Ft. Wright Institute.

Ezzy D. (2013). Qualitative analysis. Routledge. New Fetter Lane: London.

Ford D. (2007). Strategic culture, intelligence assessment, and the conduct of the pacific war; The British-Indian and imperial Japanese armies in comparison, 1941-1945. War in History Vol.14. No. 1, 66-95.

Garza-Guerrero, AC. (1974). Culture shock: its mourning and the vicissitudes of identity.

Journal of the American Psychoanalytic Association 22(2), 408-429.

Guanipa, Carmen. (1998). Culture Shock: A fish Out of water. Retrieved June 23, 2021 from http://edweb.sdsu/people/Cguanipa/cultureshock.htm.

Irnawaty I, Agustang A. (2019). Smartphone addiction pada mahasiswa Pendidikan sosiologi fakultas ilmu sosial universitas negeri Makassar. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 41-46.

Kang MJ, Kim SH. (2014). The entry modes strategy in FDI: expansion of Korean retailers into China and Indonesia. The Journal of Distribution Science 12(7), 45-51.

Kramer FD, Starr SH. Wentz LK. (2009). Cyberpower and national security. Potomac Books, Inc. National Defense University Press: Washington D.C.

Kuppens A, Mast J. (2012). Ticket to the Tribes: culture shock and the ‘exotic’ in intercultural reality television. Media, Culture & Society 34 (7), 799-814.

Levine, DR & Adelman, MB. (1993). Beyond Language. New Jersey: Prentice Hall Regents. Morrisett LN. (1973). Television technology and the culture of childhood. Educational Researcher 2 (12), 3-5.

Oberg, K. (1960). Cultural shock: Adjustment to new cultural environments. Missiology: an international review.

Puskominfo Unsurya. (2014). Definisi dan perbedaan internet, intranet, dan extranet. https://universitassuryadarma.ac.id/definisi-dan-perbedaan-internet-intranet-dan- extranet/. Diakses pada 24 Juni 2021.

Rajasekar J, Renand F. (2013). Culture shock in a global world: Factors affecting culture shock experienced by expatriates in Oman and Omani expatriated abroad. International Journal of Bussiness and Management 8 (13), 144.

Safira BA, Badaruddin M. (2021). Cyber travelling and cinematic reality: experiences of the K-drama fans. Journal Communication Spectrum vol 11, No. 1

Simanjuntak D, Fitriana R. (2020). Culture shock, adaptation, and self-concept of tourism human resources in welcoming the new normal era. Society 8 (2), 403 – 418.

Taft, R. (1977) Diterjemahkan dari The measurement of culture shock (1998). Soc Psychiatry Epidemiol 33: 149 – 154.

Van der Zee K, Van Oudenhoven JP. (2013). Culture shock or challenge? The role of personality as a determinant of intercultural competence. Journal of cross-cultural psychology 44 (6), 928-940.

Ward C, Bochner S, Furnham A. (2001). The Psychology of Culture Shock: Second Edition. Routledge: USA.

Yannakogeorgos PA. (2012). Internet governance and national security. Strategic Studies Quarterly 6 (3), 102-125.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v9i4.2022.1106-1117

Article Metrics

Abstract view : 470 times
PDF - 559 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.