DYNAMICS OF EARLY ADULT RESILIENCE AFTER THE DEATH OF A BOYFRIEND
Abstract
Peristiwa kematian pasangan dapat memberikan kedukaan yang bisa mengganggu secara fisik dan psikologis sehingga resiliensi diperlukan agar individu dapat bangkit kembali dari kedukaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika resiliensi pada individu dewasa awal yang mengalami kematian pacar. Subjek dalam penelitian ini merupakan dewasa awal yang telah mencapai resiliensi setelah kematian pacarnya yang didapatkan melalui teknik snowball sampling. Data penelitian diambil menggunakan metode wawancara mendalam yang terstruktur dan observasi beserta catatan lapangan. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) memberikan beberapa tema terkait dinamika resiliensi yang meliputi: 1) Faktor pemicu dan reaksi awal terhadap kehilangan, 2) Proses adaptasi dan pemaknaan, 3) Upaya resiliensi, 4) Tekanan atau kesulitan, dan 5) Sumber resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada dewasa awal yang mengalami kematian pacar didapatkan melalui regulasi diri, pengelolaan emosi, strategi koping yang efektif, dan dukungan dari Tuhan, keluarga, teman, dan arahan profesional dari psikolog atau konselor.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aini, D. R., & Satwika, Y. W. (2018). Resiliensi pada wanita dewasa awal setelah kematian pasangan. Jurnal Penelitian Psikologi, 9(6).
Apostolou, M., Christoforou, C., & Lajunen, T. J. (2023). What are romantic relationships good for? an explorative analysis of the perceived bene fi ts of being in a relationship. December, 1–11. https://doi.org/10.1177/14747049231210245
Ardianisa, P., & Dewi, K. S. (2023). Gambaran resiliensi individu dewasa awal dalam menghadapi permasalahan keluarga. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 99-111.
Arhadita, I. V., & Darmawanti, I. (2024). Strategi coping dalam menghadapi kematian ibu pada wanita dewasa yang mengalami fatherless. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 15(1), 31-47.
Ariyanti, E., Meiyuntariningsih, T., & Ramadhani, H. S. (2023). Resiliensi pria yang ditinggal mati pasangan hidupnya: Studi fenomenologi. Journal of Psychological Research, 2(4), 852–861.
Beckett dan Taylor. 2019/2022. Pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pustaka Pelajar.
Buqo, T., Ward-ciesielski, E. F., & Krychiw, J. K. (2020). Do coping strategies differentially mediate the relationship between emotional closeness and complicated grief and depression? OMEGA—Journal of Death and Dying. https://doi.org/10.1177/0030222820923454
Cathlin, C. A., Anggreany, Y., & Dewi, W. P. (2019). Pengaruh harapan terhadap resiliensi wanita dewasa muda yang penrah mengalami abortus spontan. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 1-13.
Celik, S. B. (2013). The relationship of resilience with attitude toward grief in university students. Educational Research and Reviews, 8(12), 832–837. https://doi.org/10.5897/ERR2013.1498
Christian, A. K., & Suryadi, D. (2022). Hubungan spiritualitas dengan resiliensi pada dewasa awal penyintas covid-19 di jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 6(2), 378–385.
Compas, B. E., Jaser, S. S., Dunbar, J. P., Watson, K. H., Bettis, A. H., Gruhn, M. A., & Williams, E. K. (2014). Coping and emotion regulation from childhood to early adulthood : Points of convergence and divergence. Australian Journal of Psychology, 1, 71–81. https://doi.org/10.1111/ajpy.12043
Cook, F. J., Langford, L., & Ruocco, K. (2017). Evidence-and practice-informed approach to implementing peer grief support after suicide systematically in the USA. Death studies, 41(10), 648-658.
Daulay, N. (2019). Peran psikolog dan konselor. Al-Mursyid: Jurnal Ikatan Alumni Bimbingan Dan Konseling Islam (IKABKI), 1(1).
Dharmawijayati, R. D. (2015). Komitmen dalam berpacaran jarak jauh pada wanita dewasa awal. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(3).
Dreisoerner, A., Junker, N. M., & Dick, R. Van. (2021). The relationship among the components of self compassion : a pilot study using a compassionate writing intervention to enhance self kindness , common humanity , and mindfulness. Journal of Happiness Studies, 22(1), 21–47. https://doi.org/10.1007/s10902-019-00217-4
Dumaris, S., & Rahayu, A. (2019). Penerimaan diri dan resiliensi hubungannya dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan. Ikraith-Humaniora, 3(1), 71–77.
Edith Grotberg, P. D. (1995). A guide to promoting resilience in children : strengthening the human spirit (Issue 8).
Elvaretta, S. C., Nasution, E. S., & Pratiwi, I. W. (2022, August). Gambaran proses kedukaan (grief) pada wanita dewasa awal akibat ditinggal oleh ayah yang meninggal dunia. In Prosiding Seminar Nasional Universitas Borobudur Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(Vol. 1, No. 1).
Fatmawaty, R. (2017). Memahami psikologi remaja. Jurnal Reforma, VI(02), 55–65.
Fernandez, I. M. F., & Soedagijono, J. S. (2018). Resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup. Jurnal Experientia, 6(1), 27–38.
Fernando, A., Anjaya, C. E., & Arifianto, Y. A. (2022). Resiliensi iman kristen dalam refleksi kehidupan habakuk. Jurnal Teologi Kristen, July. https://doi.org/10.55884/thron.v3i2.36
DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.1084-1102
Article Metrics
Abstract view : 183 timesPDF - 66 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.