PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SKOLIOSIS DENGAN PENDEKATAN FISIOTERAPI PADA KELOMPOK REMAJA DI KELURAHAN ARGOREJO KABUPATEN BANTUL

Nurul Halimah, Wiwik Yuliati, Ani Agustiani S, Tri Atmojo Budi Prasetyo, Johana Prity

Abstract


Skoliosis merupakan kelainan struktural pada tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan abnormal dengan maupun tanpa gejala. Gejala yang dapat timbul akibat skoliosis ialah penurunan kualitas hidup dan disabilitas, nyeri, deformitas yang mengganggu secara kosmetik, hambatan fungsional, masalah paru, kemungkinan terjadinya progresifitas saat dewasa, dan gangguan psikologis. Kondisi ini sering terjadi pada masa anak-anak hingga remaja usia 10-16 tahun. Deteksi dini berupa pemeriksaan direkomendasikan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.  Penelitian ini untuk menemukan remaja dengan probabilitas tinggi terhadap kejadian skoliosis yang diharapkan dapat dilakukan pencegahan dan penanganan skoliosis dengan pendekatan fisioterapi berupa pemeriksaan dan edukasi. Kelompok remaja usia 15-18 tahun di Kelurahan Argorejo Kabupaten Bantul sebanyak 16 orang. Kegiatan berupa pemeriksaan dan pemberian edukasi. Pemeriksaan skoliosis meliputi postural grid, Adam’s test dan pemeriksaan skoliometer. Diperoleh 1 orang mengalami skoliosis, 3 orang suspek skoliosis dan 13 orang normal/tidak skoliosis. Pemeriksaan dan edukasi tentang skoliosis dapat dipahami dengan baik untuk pencegahan dan penanganan skoliosis pada penderita maupun remaja normal

Keywords


skoliosis, edukasi fisioterapi, pemeriksaan skoliosis

Full Text:

PDF

References


Janicki, J. A., & Frcsc, B. A. (2007). joseph A janicki. Scoliosis Review of diagnosis and treatment. Paedriatric Child Health, 12(9), 771–776.

Laita, L. C., Cubillo, C. T., Gómez, T. M., & Del Barrio, S. J. (2018). Effects of corrective, therapeutic exercise techniques on adolescent idiopathic scoliosis. A systematic review. Archivos Argentinos de Pediatria, 116(4), e582–e589. https://doi.org/10.5546/aap.2018.eng.e582

Lee, G. Bin, Priefer, D. T., & Priefer, R. (2022). Scoliosis: Causes and Treatments. Adolescents, 2(2), 220–234. https://doi.org/10.3390/adolescents2020018

Nabila E. (2020). Efektivitas Skoliometer Sebagai Alat Deteksi Dini Skoliosis. Health & Medical Journal, II, 58–59.

Oropallo, A., Donis-Garcia, M., Ahn, S., & Rao, A. (2020). Current Concepts in the Diagnosis and Management of Lymphedema. Advances in Skin and Wound Care, 33(11), 570–580. https://doi.org/10.1097/01.ASW.0000717220.39931.7a

Pelealu, J., Angliadi, L. S., & Angliadi, E. (2014). Rehabilitasi Medik Pada Skoliosis. Jurnal Biomedik (Jbm), 6(1), 8–13. https://doi.org/10.35790/jbm.6.1.2014.4157

Simanjuntak, C. A., & Gading, P. W. (2019). Pemeriksaan Awal Skoliosis pada Pelajar SLTP di Kota Jambi.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jpm.v6i12.4769-4776

Refbacks

  • There are currently no refbacks.