PENGARUH BATUBARA TIDAK PRODUKTIF DAN TEKNIK HATCH AND CARRY ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT BARU MENGHASILKAN

Dewi Rezki, Siska Efendi, Herviyanti Herviyanti

Abstract


Rendahnya produksi kelapa sawit yang baru menghasilkan (umur 4 tahun) disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah dan proses penyerbukan pada bunga kelapa sawit yang belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik yang mempunyai reaksi cepat di dalam tanah serta optimalisasi proses penyerbukan bunga kelapa sawit melalui teknik hatch and carry Elaeidobius kamerunicus.Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P2 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P3(penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus), P4 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus), dan P5 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan bahan humat meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapan hara pada tanaman kelapa sawit. Penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus mampu meningkatkan populasi kumbang penyerbuk E. kamerunicus dari 7.655 populasi menjadi 23.725 populasi. Kombinasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus menghasilkan produksi kelapa sawit terbaik yaitu 12,73 kg / tandan.


Keywords


humat, kumbang, polinasi, pupuk, tandan buah segar

Full Text:

PDF

References


Apriniarti, M. S. 2011. Demografi dan Populasi Kumbang E. Kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) Sebagai Penyerbuk Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Perkebunan Agri Andalas. Provinsi Bengkulu. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Andayani, S. 2005. Manajemen Kualitas Air untuk Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya

Atmojo, W.S. 2003.Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaanfnya. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Balai Penelitian Tanaman Palma.2015. Peran Elaeidobius Kamerunicus Sebagai Polinator di Pertanaman Kelapa Sawit.http://balitka. litbang. pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=323%3Aperan-elaeidobius-kamerunicus-sebagai-polinator-dipertanaman kelapa-sawit & catid = 37% 3 Aberita & Itemid = 160 〈=en, diakses tanggal 9 Juli 2015.

Havlin, J., Beaton, J. D., Tisdale, S. L, and Nelson, W. L. 1999.Soil Fertility and Fertilizer.An Introduction to Nutrient Management.Sixth ed. Prentice Hall.Upper Saddle River, New Yersey, 449 p.

Kahono, S., P. Lupiyaningdyah, Erniwati,dan H. Nugroho. 2012. Potensi dan Pemanfaatan Serangga Penyerbuk Untuk Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit Di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Zoo Indonesia, 21(2): 23-34.

Prasetyo AE dan Susanto A 2012.Meningkatkan Fruit Set dengan Tenik Hatch & Carry Elaeidobius kamerunicus. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Rezki, D. 2016. Karakterisasi bahan humat dari batubara tipe batubara tidak produktif sebagai sumber bahan organik. Laporan Akhir Dosen Muda. 37 halaman

Saputra. B. Suswati.D dan Hazriani (2018). Kadar hara NPK tanaman kelapa sawit pada berbagai tingkat kematangan tanah gambut di perkebunan kelapa sawit PT. Peniti Sungai Purun Kabupaten Mempawah.Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika. Vol 8 No 1 Tahun 2018

Stevenson, F.J.1994.Humus chemistry.Genesis, composition, reaction.Second Edition.Department of Agronomy University of Illinois.Jhon Wiley & Sons, Inc. New York.496 p

Sutanto, R. 2006. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 219 halaman

Sutanto, A;R.Y.Purba dan A.E. Prasetyo. 2007. Elaedobius kamerunicus : Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit. Seri Buku Saku 28. Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Tan, K.H. 2010.Principle of Soil Chemistry.Fourth Edition.University of Georgia. Athens, Georgia. USA. 363 p. CRC Press Taylor and Francis Group. New York.

Tikhonov, V.V., A.V. Yakushev, Y.A. Zavgorodnyaya, B.A. Byzov, dan V.V Demin. 2010. Effect of humic acid on the growth of bacteria. Soil Biology. 43(3): 305-313.

Tuo, Y; H. K. Koua; dan N. Hala. 2011. Biology of Elaedobius kamerunicus and Elaedobius plagiatus (Coleoptera:Curculionidae) main pollinators of oil palm in West Africa. European Journal of scientific Research 49 (3) : 426 – 423

Wahyuni.M dan Manurung. R. 2020. Hubungan sifat sinergis hara N – P dan pengaruhnya terhadap kadar hara daun bibit kelapa sawit (Elaeis Guinensis Jacq). Jurnal Ilmiah Pertanian, Vol. 17, No.1, Agustus 2020

Widiastuti, A., dan E.R. Palupi. 2008. Viabilitas Serbuk Sari terhadap Keberhasilan Pembentukan Buah Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guinensis =Jacq.).Biodiversitas. 9 (1) : 35 - 38.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v7i1.3255

Article Metrics

Abstract view : 134 times
PDF - 83 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.