PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI BAP (BENZYL AMINO PURINE) TERHADAP KARAKTER MORFOLOGI BEBERAPA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI KABUPATEN KARAWANG

Fatimah Azzahra, Elia Azizah, Yayu Sri Rahayu

Abstract


Budidaya bawang merah memiliki beberapa masalah utama yang dirasakan oleh petani diantaranya yaitu produktivitas bawang merah yang cukup rendah, hal tersebut menyebabkan hasil bawang merah yang sangat rendah dan mahal sehingga cukup sulit untuk diekspor ke luar negeri. Salah satu metode yang digunakan dalam meningkatkan produktivitas pada tanaman bawang merah adalah dengan adanya pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mendapatkan konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap karakter morfologi pada setiap varietas lokal bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan didalam Screen House Lahan baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Percobaan dilaksanakan selama satu musim tanam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (Bima, Sumenep dan Dayak) kemudian dosis pemberian ZPT BAP (0 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 70 ppm) dengan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga dihasilkan 36 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F dan uji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5 %. Hasil dari percobaan ini menunjukkan tidak terdapat interaksi terhadap penggunaan berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) dan varietas terhadap hasil rerata tinggi tanaman dan diameter umbi bawang merah (Allium ascalonicum L). Perlakuan dengan konsentrasi 25 ppm memberikan hasil terbaik pada setiap parameter pengamatan. Namun terdapat perlakuan berbeda nyata terhadap faktor mandiri varietas Bima Brebes dan Sumenep pada semua parameter.


Keywords


Bawang Merah, BAP, Morfologi

Full Text:

PDF

References


Annisava, A. R. dan Solfan B. 2014. Agronomi Tanaman Hortikultura. Aswaja Pressindo. Yogyakarta.

Armach SS, dan SL Purnamaningsih. 2018. Respon Pembungaan Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Pemberian Zat Pangatur Tumbuh. Jurnal Produksi Tanaman. Vol.6 No.7, Juli 2018: 1556-1562.

Badan Pusat Statistik. 2021. Tabel Produksi Hortikultura/Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Bawang Merah 2016-2020. http//www.bps.go.id [diakses tgl 20 November 2021].

Brewster JL. 2008. Crop Production Science in Horticulture 15: Onions and Other Vegetable Alliums. 2nd Ed. Cambridge (EN): CABI Publishing. https://doi.org/10.1079/9781845933999.0000.

Dinarti, D., B.S. Purwoko, A. Purwito dan A.D. Susila. 2011. Perbanyakan Tunas Mikro pada Beberapa Umur Simpan Umbi dan Pembentukan Umbi Mikro Bawang Merah pada Dua Suhu Ruang Kultur. Journal Agronomi. No. 39 (2): 97 – 102.

Fadhilah, S., Wiyono dan Surahman. 2014. Pengembangan Teknik Deteksi Fusarium Patogen Pada Benih Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Laboratorium. J. Horti. 24(2): 171-178, 2014.

Juwanda, M., Khotimah, K., dan Amin, M. 2016. Peningkatan Ketahanan Bawang Merah Terhadap Penyakit Layu Fusarium Melalui Induksi Ketahanan Dengan Asam Salsilat Secara Invitro. Jurnal Agrin, 20 (1), 15–28.

Khokhar KM. 2014. Flowering and seed development in onion: (Review). Open Access Library Journal: 1-13.

Krontal Y, Kamenetsky R, Rabinowitch HD. 1998. Lateral development and florogenensis of a tropical shallot: A comparison with bulb onion. Int J Plant Sci. 159(1):57-64.

Maesaroh. D., 2022. Analisis Keragaan Karakter Morfologi Delapan Aksesi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Tanah Sawah Di Kabupaten Karawang. Karawang.

Mondal, M.F. and Husain. 1980. Effect of time of planting of onion on the yield and quality of seeds. Bangladesh Journal of Agriculture 5 : bulbs 131-134.

Rosliani R, R. Sinaga, Y. Hilman. 2014. Teknik Aplikasi Benzilaminopurin dan Pemeliharaan Jumlah Umbel Per Tanaman Untuk Meningkatkan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah (True Shallot Seed) di Dataran Tinggi. Jurnal Hortikultura Vol 24, No 4 (2014).

Siswadi E, dkk. 2022. Pengaruh Perbedaan Varietas dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bawang Merah 9 (Allium ascalonicum L.) Vol.13 No.22 Hal.175-186. Jember




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jap.v8i3.11922

Article Metrics

Abstract view : 201 times
PDF - 131 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AGROHITA
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

ISSN Online : 2615-336X   ISSN Cetak : 2541-5956

 Lisensi Creative Commons

Jurnal AGROHITA disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.