Golput Terdidik pada Pilkada Tahun 2015 di Kabupaten Sijunjung

(1) * Lindo Karsyah Mail (Megister Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
(2) Asrinaldi Asrinaldi Mail (Megister Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
(3) Aidinil Zetra Mail (Megister Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak Tahun 2015 di Kabupaten Sijunjung sangat rendah bila dibanding dengan dua Pilkada sebelumnya. Pemilih yang tidak datang ke Tempat Pemunggutan Suara (TPS) adalah mereka yang terdidik, orang yang paham politik dan punya ketertarikan pada pemilu. Orang melek politik mengabsenkan hak konstitusi dalam pemilihan kepala daerah. Alasan orang terdidik tidak ikut mencoblos, ternyata tidak sekadar hanya disebabkan perkara politis dan ideologis, melainkan karena sumbang kurenah (cacat moralitas) pasangan calon dan kompetensi pasangan calon. Pemilih menjadi enggan ikut berpartisipasi mencoblos karena pasangan calon tidak mau membayar utang pada toko bangunan dan kedai kopi. Pemilih patah semangat untuk mengunakan hak pilih disebabkan kemampuan pasangan calon tidak memadai untuk memimpin daerah.

Kata kunci : Pemilih Terdidik, Golput Pilkada 2015


   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v6i2.2019.388-402
      

Article metrics

10.31604/jips.v6i2.2019.388-402 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Afrizal. 2008, Pengantar Metode Penelitan Kualitatif: Dari Pengertian Sampai Penelitian Laporan, Padang: Laboratorium Sosiologi FISIP Unand.

Ananta, Aris. Nurvidya Arifin, Evi. Suryadinata, Leo. 2004, Indonesian Electoral Behaviour: A statistical Perspectif, Population Series No. 7, Singapore: The Institute of Southeast Asian Studies.

Arianto, Bismar, 2011, “Analisis Penyebab Masyarakat Tidak Memilih dalam Pemilu.â€Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan,1(1).http://fisip.umrah.ac.id

Budiardjo, Miriam. 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT. Pustaka Gramedia.

Bungin, Burhan. 2003, Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kotemporer, Jakarta: Rajawali press.

Caplan, Bryan. 2007, The Myth of Rational Voter: Why Democraties Choose Bad Policies, Princenton University.

Eep Saefulloh Fatah, “Analisis Politik : Mengelola Golput Jakartaâ€, 21 Pebruari 2008 Haryanto, November 1999, “Kebangkitan Party ID: Analisis Perilaku Memilih dalam Politik Lokal di Indonesia.†Jurnal Sospol Fisipol UGM. 17 3).http://jurnalsospol.fisipol.ugm.ac.id.

Hendrik, Doni, 2010, “Variabel-variabel yang Mempengaruhi Rendahnnya Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2008.â€Jurnal Demokrasi. IX (2). http://ejournal.unp.ac.id.

Iskandar. 2008. Metodologi Peneliti Pendidikan dan Sosial. Jakarta : Gaung Persada Press.

Moleong, J Lexi. 2005, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi Bandung:Remaja Rosda Karya.

Mujani, Syaiful. 2007, Preferensi dan Peta Dukungan Pemilih pada Partai Politik, Kajian BuIanan LSI Edisi 06 Oktober 2007.

Nyarwi, Maret 2014 (207-314), “Golput Pasca Orde Baru: Merekonstruksi UlangDua Perspektifâ€.Jurnal Sospol Fisipol UGM.12: 207314.http ://jurnalsospol.fisipol.ugm.ac.id.

Prihatmoko, J Joko. 2005. Pemilihan Kepala Daerah Langsung: Filosofi, Sistem dan Problema Penerapannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ramdansyah. 2010. Sisi Gelap Pemilu 2009: Potret Aksesori Demokrasi Indonesia. Jakarta:Rumah Demokrasi.

Ramlan Subakti, Memahami Ilmu Politik, (Jakarta: PT. Gramedia, 1999), 176. Lihat juga Limas Sutanto, Memilih Pemimpin Transisional, dalam Siapa Mau Jadi Presiden, (Jakarta: Buku Kompas, 2004), 14.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung Alfabeta.

Suharsimi Arikuntu. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Setianto, W.A, Maret 2009, “Kajian Epistemologis Iklan Politik dan Perilaku Memilih dalam Dinamika Pemilu 2009â€. Jurnal Sospol Fisipol UGM. 12 (3), (257-390).

Santoso,Purwo, November 1999, “Kemandirian Lokal: Pemberdayaan Hak-hak Sipil.†Jurnal Sospol Fisipol UGM.3 (2). http://jurnalsospol.fisipol.ugm.ac.id.

Sri Yanuarti, 2009, “Golput dan Pemilu di Indonesia.†Jurnal Penelitian Politik LIPI. 6 (1). http:// http://ejournal.politik.lipi.go.id

Yusuf, I.A, Maret 2011, “Media Lokal dalam Konstelasi Komunikasi Politik di Daerah.†Jurnal Sospol Fisipol UGM. 14 (3). http://jurnalsospol.fisipol.ugm.ac.id.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.