*corresponding author
AbstractDilihat dari sisi hukumpun pelaksanaan Pilkada dimasa pandemi COVID – 9 mengandung cacat hukum karena mengacu pada dalam Pasal 120 Perppu Pilkada menerangkan:“(1) Dalam hal pada sebagian wilayah pemilihan, seluruh wilayah pemilihan, sebagian besar daerah, atau seluruh daerah terjadi kerusuhan, igangguan ikeamanan, bencana alam, bencana nonalam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan Pemilihan atau Pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan, dilakukan Pemilihan lanjutan atau Pemilihan iserentak lanjutan. (2)Pelaksanaan Pemilihan lanjutan atau  Pemlhan serentak lanjutan sebagamana dmaksud pada ayat (1) dmula dar tahapan penyelenggaraan Pemlhan atau  Pemlhan serentak yang terhenti.â€Â Pada pokoknya dalam Pasal datas menerangkan bahwasannya pelaksanaan Plkadadhentkan blamana terjad bencana bak alam maupun bencana non alam. Dalam hal ini berdasarkan Keputusan Presden Nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Vrus Dsease 2019 (COVD–19) sebaga Bencana Non Alam sehngga berdasarkan hukum, seharusnya pelaksanaan  Plkada harus Dtunda selama masa pandem COVD– 19 mash berjalan yang tujuannya sekal lag adalah untuk menyelamatkan nyawa masyarakat. KeywordsPILKADA, COVID-19, Peraturan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i1.2023.302-309 |
Article metrics10.31604/jips.v10i1.2023.302-309 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Asshiddiqie Jimly.2014. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara , Edidi 1 , cetakan 6 , Jakarta Rajawali Pers
Badan Pembinaan Hukum Nasional. 2012. Central Authority dan Mekanisme Koordinasii dalam Pelaksanaan Bantuan timbal Balikk dalam Masalah Pidana. Jakarta: iBPHN
Undang Undang Noor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID 19)
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download