PEMETAAN OBJEK WISATA PANTAI DI KABUPATEN BANGKA BARAT BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

(1) * Kanti Lestari Mail (Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
(2) Ramanata Disurya Mail (Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
(3) Deni Puji Hartono Mail (Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sarana dan prasarana serta untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah terhadap penataan objek wisata pantai di Kabupaten Bangka Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan informan kunci yaitu Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat dan informan umum yaitu pengunjung wisata pantai, teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Bangka Barat terdiri dari enam Kecamatan. Kecamatan Parittiga terdapat dua objek wisata yaitu pantai Siangau dan Penganak, Kecamatan Jebus terdapat pantai Jerangkat dan Bembang, Kecamatan Tempilang terdapat pantai Pasir Kuning, Kecamatan Simpang Teritip terdapat pantai Tungau, Kecamatan Muntok terdapat pantai Baru, Batu Rakit, Asmara, Tanjung Kalian dan Tanjung Ular. Setiap pantai memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan juga belum memadai. Pantai dengan sarana yang memadai yaitu pantai Batu Rakit, pantai Pasir Kuning dan pantai Siangau. Kemudian kebijakan Pemerintah terhadap penataan objek wisata pantai di Kabupaten Bangka Barat sepenuhnya belum di tata dengan baik.


Keywords


Pemetaan, sarana, prasarana, kebijakan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v9i9.2022.3514-3527
      

Article metrics

10.31604/jips.v9i9.2022.3514-3527 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Achnes, S. (2015). Manajemen Strategi Dinas Pariwisata Pemuda Dan Kabupaten Kampar. 17–18.

Anisah, A., Azizah, E. N., & Latar, A. (2016). Pengaruh penggunaan buku teks pelajaran dan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran ips. P, XVIII(3).

Anon. (2019). RKPD Bangka Barat.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2020). Badan Pusat Statistik Indonesia.

Budiwibowo, S. (2015). Analisis Penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan Pada Smp Negeri 2 Dolopo Kabupaten Madiun. 4(2), 99–105.

Darna, N., & Herlina, E. (2018). Memilih metode penelitian yang tepat: bagi penelitian bidang ilmu manajemen. Jurnal Ilmu Manajemen, 5(1), 287–292.

Gustavianto, M. S., Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. (2016). Aplikasi sistem informasi geografis (sig) persebaran usaha mikro kecil menengah (umkm) berbasis web. 5(1), 49–56.

Hendri. (2018). Efektivitas Sistem Informasi Government and Smart City Landmark ( Gencil ) Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Kota Pontianak. Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura, 5, 1–14.

Istiqomah, L. (2019). Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi. 16(2), 101–107.

Jannah, M., Abdi, A. W., & M.Yusuf Harun. (2017). Hubungan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan hasil belajar geografi siswa kelas x lab school Banda Aceh. 2(2), 78–91.

Kiswantoro, A., & Susanto, D. R. (2019). Pengaruh sarana dan prasarana pendukung wisata terhadap kepuasan. 10(2), 106–112.

Koto, I., & Asnur, L. (2021). Strategi pengembangan prasarana dan sarana objek wisata hotwaterboom sapan Maluluang Kabupaten Soloki Selatan. 226–233.

Manalu, R., Yuliantoro, & Fikri, A. (2021). Mengenal sejarah berdirinya objek wisata geosite sipincur dan daya tariknya bagi masyarakat luas Kabupaten Hmbang Hasundutan. 1, 516–522.

Nur, F. M. (2012). Pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran sains kelas V SD PadaK pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan. 13(1), 67–78.

Pujayanti, J. A. D., Susilo, B., & Puspitaningrum, D. (2014). Sistem informasi geografis untuk analisis persebaran pelayanan kesehatan di Kota Bengkulu. 2(2), 99–111.

Putri, L. R. (2020). Pengaruh pariwisata terhadap peningkatan Pdrb Kota Surakarta. 21(1), 43–49.

Richardo, R. (2016). Peran Ethnomatematika dalam Penerapan Pembelajaran Matematika. Almaata.Ac.Id, 7(2), 118–125.

Rosdania, Agus, F., & K, A. H. (2015). Sistem informasi geografi batas wilayah kampus universitas mulawarman menggunakan google maps api. Jurnal Informatika Mulawarman, 10(1), 38–46.

Sasmito, G. W. (2017). Penerapan metode waterfall pada desain Sistem Informasi geografi industri Kabupaten Tegal. 2(1), 6–12.

Silfana, Z. A., & Fauzzia, W. (2020). Pembuatan kue pukis sawi khas bangka belitung. 2(2), 72–75.

Sudarsono, B. (2012). Dokumentasi, informasi dan demokratisasi. 27(1), 7–14.

Surayya, Q., Sodikin, & Windarti, A. (2017). Analisis persepsi siswa terhadap fungsi hutan Mangrove karangsong sebagai sumber belajar geografi. 4(2), 65–73.

Suryani, A. I. (2017). Strategi pengembangan pariwisata lokal. 34–43.

Suryani, T., Faisol, A., & Vendyansyah, N. (2021). Sistem informasi geografis pemetaan kerusakan jalan di Kabupaten Malang menggunakan metode k-means. 5(1), 380–388.

Susmita, N. (2015). Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 12 Kerinci. 17(2), 87–98.

Wardhatul, A., In, K., & Asyik, N. F. (2019). Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel pemoderasi. (8), 1–15.

Widyasrama, I. B. M., Negara, I. M. K., & Suardana, I. W. (2013). Persepsi wisatawan terhadap wisata pantai di kelurahan pecatu Kabupaten Badung dalam perencanaan paket wisata. 1(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.