(2) * Tabah Aris Nurjaman
*corresponding author
AbstractPenelitian bertujuan untuk mengkonstruksi bagaimana gambaran kerukunan yang dimaknai masyarakat asli Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan Psychology Indigenous dengan model pengembangan riset berbasis tema. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu melalui kuesioner terbuka (primer)dan wawancara (sekunder). Responden penelitian merupakan masyarakat asli Yogyakarta yang lahir dan tinggal di Yogyakarta. Sebanyak 111 responden mengisi kuesioner terbuka. Wawancara dilakukan kepada dua responden dengan karakteristik yang sama. Data dianalisis mengunakan pendekatan analisis isi dengan kerangka kerja grounded theory meliputi open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukan kerukunan dimaknai sebagai situasi tanpa pertengkaran dan perselisihan yang dilandasi oleh perilaku peduli (rewang), berkumpul (srawung) dan menghargai (ngajeni). Kerukunan terbagi menjadi dua ketegori berdasarkan motivasinya. Pertama, memandang kerukunan sebagai tujuan yang dilatarbelakangi oleh kesadaran sosial sehingga membentuk sifat rukun dalam, yaitu kerukunan yang tulus dan dimaknai sebagai tujuan akhir. Kedua, memandang kerukunan sebagai alat yang dilatarbelakangi oleh faktor relasional sehingga membentuk sifat rukun dangkal, yaitu kerukunan yang dimaknai sebagai alat untuk mencapai tujuan lain. Keywordspsikologi indigenous; kerukunan; masyarakat Yogyakarta
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v9i9.2022.3300-3307 |
Article metrics10.31604/jips.v9i9.2022.3300-3307 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aditjondro, G. J. (2004). Kerusuhan Poso dan Morowali, akar permasalahan dan jalan keluarnya. Makalah dipresentasikan pada pertemuan bertema: “Penerapan Keadaan Darurat di Aceh, Papua dan Poso Dalam Pemilu 2004†oleh ProPatria, Hotel Santika, Jakarta.
Azwar, S. 2017. Metode Penelitian Psikologi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Darmawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung .PT Remaja.
Baumeister, R. F. (2012). Need-to-belong theory. Dalam P. A. M. Van Lange, A. W. Kruqlanski, & E. T. Hiqqins (Eds.), Handbook of theoris of social psychology volume 2 (hal. 21-140). London: Sage Publications.
Cheung, C., & Ma, S. K. (2011). Coupling social solidarity and social harmony in Hong Kong. Social Indicators Research, 103, 145-167. doi: 10.1007/s11205- 010-9702-8
Faturochman., Minza, W. M., & Nurjaman, T. A., (2017) Memahami dan mengembangkan Indigenous Psychology. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Geertz, H. (1983). Keluarga jawa. Jakarta: Grafiti Pers
Harianto, H. 2007. Persepsi masyarakat terhadap partisipasi sosial etnis Tionghoa di Yogyakarta. (Skripsi tidak terpublikasi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Hidayah, Kurniatul. 2019. Tercatat 11.923 Penduduk Baru di Kota Yogya Selama 2018. Diakses pada 03 September 2020. Sumber: https://jogja.tribunnews.com/2019/01/25/tercatat-11923-penduduk-baru-di-kota-yogya-selama-2018?page=2
Khalika, Nindias. 2019. Kasus Slamet dan Kejadian Intoleransi di Yogyakarta. Diakses pada tanggal 03 September 2020. Sumber: https://jogja.idntimes.com/news/jogja/nindias-khalika/kasus-slamet-dan-kejadian-intoleransi-di-yogyakarta/5
Kim, U., Yang, K. S., & Hwang, K. K. (2010). Indigenous and cultural psychology: Memahami orang dalam konteksnya (H. Prajitno & S. Mulyantini, Trans.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Naskah asli diterbitkan tahun 2006).
Kusuma, A. 2016. Yogyakarta, kota yang makin tak toleran. CNN Indonesia. Diakses pada tanggal 25 April 2020. Sumber:https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160808211440-20-150068/yogyakarta-kota-yang-makin-tak-toleran
Lestari, S., Walgito, B., Faturochman., & Adiyanti, M. G. (2013). The concept of harmony in Javanese society. Anima, Indonesian Psychological Journal, 29(1), 24-37.
Suseno, F. M. (2003). Etika Jawa: Sebuah analisis falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Niels, M (1977). Kepribadian Jawa dan pembangunan nasional. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Perdana, A. F. (2018) Interaksi Sosial Etnis Tionghoa dengan Masyarakat Lokal dalam Wacana Pluralisme di Yogyakarta. (Skripsi tidak terpublikasi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Stephanus, N. P. 2016. Produksi dan Kontestasi Ruang Sosial Yogyakarta (Kajian produksi ruang dan kontestasi sosial dalam Asrama Barisan Mahasiswa Kaimana di Yogykarta). (Skripsi tidak terpublikasi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Savitri, S. I. (2008) Membangun budaya damai berkesinambungan: Pendekatan teori identitas sosial, etnosentrisme, dan psikologi komunitas di Poso, Sulawesi Tengah. Jurnal Psikologi Indonesia, 1, 22-30.
Sugiyono (2019) Metode penelitian pendidikan (Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D dan penelitian pendidikan). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2016) Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwardi, Endraswara (2013) Memayu Hayuning Bawana: Laku menuju keselamatan dan kebahagiaan orang Jawa. Yogyakarta: Narasi.
Tara’u, D. P. N. (2016). Konsep Rukun Masyarakat Poso (Tesis tidak terpublikasi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Taufik. 2004. Strategi adaptasi migran Banjar di kota Palangkaraya: Pasca konflik Dayak-Madura Kalimantan Tengah. (Tesis tidak terpublikasi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download