(2) Arif Ardy Wibowo
*corresponding author
AbstractBillboard merupakan media alternatif yang dapat membangun brand dengan eksistensi yang kuat. Sebagai media alternatif periklanan, media iklan billboard memiliki beberapa kualitas khusus yang tidak dimiliki oleh media periklanan lainnya yang dapat memberikan rangsangan langsung kepada masyarakat penonton melalui visual seperti gambar dan warna. Pengemasan iklan tersebut dikemas dengan cara yang unik untuk menarik perhatian konsumen. Pada tampilan visual iklan Billboard tersebut maka pada penelitian ini menganalisis denotasi, konotasi dan mitos agar mengetahui ide pembuatan iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis iklan tersebut menggunakan semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan adanya strategi marketing reverse psychology yang membuat bereaksinya terhadap rangsangan dengan bertentangan, agar menimbulkan proses keputusan oleh konsumen dengan akan mengingat iklan tersebut. Iklan ini dibuat untuk kebutuhan pemasaran dengan menggunakan subjek yang tidak biasa. KeywordsBillboard; Semiotika; Barthes; Reverse Psychology
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v9i10.2022.3626-3632 |
Article metrics10.31604/jips.v9i10.2022.3626-3632 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arifin, F. (2017). Pergulatan Identitas Kultural Antara Fastfood Dan Kudapan. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 47-53.
Astuti, R. (2018). SEMIOTIKA DALAM BIDANG MANAJEMEN PEMASARAN.
Jurnal Manajemen Dan Kearifan Lokal Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.26805/jmkli.v1i2. 13
Haula, B., & Nur, T. (2019). KONSEPTUALISASI METAFORA DALAM RUBRIK OPINI KOMPAS: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 12(1). https://doi.org/10.26858/retorika.v1 2i1.7375
Lubis, F. H. (2017). Analisis Semiotika Billboard Pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota Medan 2015. Interaksi UMSU, 1 NO 1(3).
MacDonald, G., Nail, P. R., & Harper, J. R. (2011). Do people use reverse psychology? An exploration of strategic self-anticonformity. Social Influence, 6(1). https://doi.org/10.1080/15534510.2 010.517282
Moleong, J. L. (2020). metodologi penelitian kualitatif J lexy Moleong.
Jurnal Ilmiah.
Nawawi, Hadari. 2015. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Putri, A. K. (2018). Kemampuan Berbahasa Anak Lahir Prematur Usia 2 Tahun. Arkhais-Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Indonesia.
Rinjani, D. (2019). Mengkaji Film The Curious Case of Benjamin Button dengan Semiotika. Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia, 1(1). https://doi.org/10.17509/edsence.v1 i1.17941
Roland, B. (2012). Elemen-elemen Semiologi, Sistem Tanda Bahasa, Hermeneutika, dan Strukturalisme. In Translated by M. Ardiansyah.
Sari, M. P., Nisa, R. L., & Aprilliani, L. (2020). Analisis Semiotika pada Billboard Campaign A Mild ‘Nanti Lo Juga Paham.’ Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia, 2(1). https://doi.org/10.17509/edsence.v2 i1.25058
Sinha, J. I., & Foscht, T. (2016). Reverse psychology tactics in contemporary marketing. The Marketing Review, 16(3).
https://doi.org/10.1362/146934716 x14636478977872
Sobur, A. (2004). Semiotika Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sudikan, S. Y. (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk dan fungsi. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk Dan Fungsi.
Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tudjuka, N. S. (2019). Makna Denotasi Dan Konotasi Padaungkapan Tradisional Dalam Kontekspernikahan Adat Suku Pamona. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(1).
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download