PEMBENTUKAN RELAWAN PENJAGA LAUT NUSANTARA BAKAMLA DALAM MENINGKATKAN STABILITAS KEAMANAN MARITIM

(1) * Tumount Fride Mail (Progam Studi Keamanan Maritim, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, Indonesia)
(2) Angga Faris Saputra Mail (Progam Studi Keamanan Maritim, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dalam menyelengarakan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia, Bakamla melibatkan peran serta masyarakat untuk mengoptimalkan tugasnya dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan laut. Pelibatan masyarakat yang dilakukan Bakamla dengan membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala). Pembentukan Rapala difungsikan sebagai instrumen dalam melengkapi sistem peringatan dini Bakamla. Dalam melaksanakan strategi pembentukan Rapala, Bakamla  mendayagunakan means, ends, dan ways untuk mengotimalkan strateginya. Pada proses mekanisme pemebentukan Rapala, Bakamla membentuk prinsip, proses, instrumen hingga interaksi mekanisme pembentukan. Tujuan dari Penelitian ini ialah untuk menganalisa Strategi Bakamla dalam pelibatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif explanatory. Data yang digunakan adalah data primer melalui observasi dan wawancara serta data sekunder berupa hasil penelitian sebelumnya dan juga kajian pustaka lainnya. Berdasarkan hasil penelitian Strategi Bakamla dalam pembentukan Relawan Penjaga Laut Nusantara adalah dengan Perencanaan, rekrutmen serta pelatihan dan pendidikan. Untuk mekanisme pembentukan Rapala dalam melengkapi sistem peringatan dini berdasarkan pada prinsip, proses, instrumen hingga interaksi mekanisme pembentukan. Dalam proyeksi kedepan Rapala dapat dilibatkan sebagai salah satu komponen cadangan bermatra laut dengan memberikan kemampuan pertahanan.

Keywords


Bakamla, Keamanan Maritim, Rapala

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v9i7.2022.2480-2487
      

Article metrics

10.31604/jips.v9i7.2022.2480-2487 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anwar, S. (2016). Developing Formidable Indonesia Maritime Security in The Analysis of Interest, Threat, and Sea Power. Jurnal Pertahanan, 70.

Burge, S. (2015). An Overview of the Soft Systems Methodology. System Thinking: An Approaches and Methodologies.

Endang, S. (2014). Etnis Maritim dan Permasalahannya. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.

J.Kraska, d. M. (2015). The Law of Naval Warfare and China’s Maritime Militia. Stockton Center for the Study of International Law.

Keliat, M. (2009). Keamanan Maritim dan Impilkasi Kebijakannya bagi Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 113.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2018). Keamanan Maritim ASEAN dalam Perspektif Ekonomi Politik Indonesia. Jakarta: LIPI Press

LIPI Press. (2020). The Untold Story Java Southern Sea.

Moleong. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung

Mehregan, R. e. (2012). An application of Soft System Methodolog.

Nasution, A. M. (2018). Peran Nelaya dalam Membantu Instansi Penegak Hukum Laut untuk Mencegah Ancaman Keamanan Maritim. Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol.8.

Nazili Abdul Azis, L. T. (2016). Kewenangan Badan keamanan Laut (BAKAMLA) dalam Pelaksanaan Pengamanan di Wilayah Perairan Indonesia. Diponegoro Law Journal, 3.Paster, A. J. (n.d.).

Sulistiyono, S. T. (2016). Paradigma Maritim dalam Membangun Indonesia: Belajar dari Sejarah. Lembaran Sejarah, 104.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.