MAKNA IKAN CUPANG BAGI ANGGOTA PAGUYUBAN CUPANG HIAS BKT DUREN SAWIT PADA MASA PANDEMI COVID-19

(1) * Rajib Kamil Mail (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ,Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(2) Siti Nursanti Mail (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ,Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(3) Fardiah Oktariani Lubis Mail (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ,Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pandemi Covid-19 membatasi aktifitas dan ruang gerak masyarakat. Mobilitas pun menurun karena diwajibkan untuk tinggal di rumah saja. Pada akhirnya pun Covid-19 pun mempengaruhi kegiatan masyarakat, Kemudian mulai muncul trend hobi baru yaitu memelihara ikan cupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan ikan cupang , motivasi memelihara berbagai jenis ikan cupang dan pengalaman komunikasi anggota Paguyuban Cupang Hias BKT pada masa pandemi Covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi  dan teori fenomenologi Alfred Schutz. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh akan diolah secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus.

Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobabhility Sampling dengan purposive sampling dimana informan penelitian ini di pilih menyesuaikan kriteria yang di tentukan peneliti.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap ikan cupang bagi anggota Paguyuban Cupang Hias BKT pada masa pandemi Covid-19 berbeda-beda, motivasi memelihara berbagai jenis ikan cupang yaitu untuk dikembangbiakkan kembali dan pengalaman komunikasi yang dialami anggota Paguyuban Cupang Hias BKT mulai dari gaya bahasa yang digunakan menyesuaikan dengan siapa lawan bicara, proses komunikasi yang menyesuaikan dengan pembatasan interaksi sosial dengan menggunakan media komunikasi yang sebagian besar melalui sosial media dan faktor penghambat komunikasi selama pandemi Covid-19.


Keywords


Covid-19, pengalaman, komunikasi, ikan cupang, fenomenologi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v9i5.2022.1808-1813
      

Article metrics

10.31604/jips.v9i5.2022.1808-1813 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Creswell, J. (2018). Penelitian Kualitatif & Desain Riset Memilih Diantara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar.

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163–180. https://doi.org/10.29313/mediator.v9i1.1146

Kottelat, M. (2013). The Raffles Bulletin of Zoology: Editorial. In Raffles Bulletin of Zoology. University of Singapore. https://www.researchgate.net/publication/270453231_The_fishes_of_the_inland_waters_of_Southeast_Asia_A_catalogue_and_core_bibliography_of_the_fishes_known_to_occur_in_freshwaters_mangroves_and_estuaries

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi; fenomena pengemis kota bandung. Widya Padjadjaran.

Littlejhon. (2009). Communication Theories. In Family Communication. SAGE Publications. https://doi.org/10.4324/9781315228846-3

Nindito, S. (2005). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Konstruksi Makna dan Realitas dalam Ilmu Sosial. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 2(1), 79–95. https://doi.org/10.24002/jik.v2i1.254

Pujileksono, S. (2016). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Kelompok Intrans Publishing.

Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Idrus, Muhammad. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Erlangga.

Wahyudewantoro, G. (2017). Warta Iktiologi. Warta Iktiologi, 1(1), 18–22. http://iktiologi-indonesia.org/wp-content/uploads/2017/05/6.-Mengenal-cupang-ikan-hias-yang-gemar-bertarung-28-32.ok_.pdf

Yuniasanti, M. R. R. & R. (2020). Covid-19 Dalam Ragam Tinjauan Perspektif. MBridge Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.