HUBUNGAN PEMAAFAN REMAJA PUTUS CINTA AKIBAT PERSELINGKUHAN YANG DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI

(1) * Hasyyati Razanah Yusadek Mail (Jurusan Psikologi , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Zulian Fikry Mail (Jurusan Psikologi , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan pemaafan remaja putus cinta akibat perselingkuhan yang ditinjau dari kecerdasan emosi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 orang domisili Sumatera Barat. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif non eksperimen berupa survey. Teknik dalam pengambilan data ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Superman’s rho dengan hasil penelitian p < 0.05 yaitu 0,01. Dalam hal ini Ha diterima dengan adanya hubungan pemaafan remaja putus cinta akibat perselingkuhan yang ditinjau dari kecerdasan emosi. correlation coefficient pada penelitian ini 0,447 sehingga hubungan berkorelasi positif. Pada penelitian yang dilakukan di Sumatera Barat, kategori kecerdasan emosi tinggi dan sedang sama dengan 25 atau 50% subjek. Sedangkan pada pemaafan, kebanyakan dari remaja memiliki kategori sedang dengan 42 atau 84% subjek.


Keywords


harazanah@gmail.com

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v9i5.2022.1620-1625
      

Article metrics

10.31604/jips.v9i5.2022.1620-1625 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Baumeister, R.F. (1998). The Victim Role, Grudge Theory, And Two Dimensions Of Forgiveness. Psychology Reserch And Theological Speculations. Philadelphia : The Templeton Foundation Press.

Chaplin, J. P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi Cetakan Keenam. Penerjemah : Kartiko, K. Jakarta : PT Raja Grafika Persada.

Feist, G. J. (2013). Teori Kepribadian jilid 1. Jakarta : Salemba.

Goleman, D. (2000). Kecerdasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka.

Goleman, D. (2002). Kecerdasan Emosional Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka.

Goleman, D. (2009). Kecerdasan Emosional Mengapa EL Lebih Penting Dari Pada IQ. Jakarta : PT. Gramedia.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Gramedia.

Lindenfield, G. (2005). Putus Cinta Bukan Akhir Segalanya. Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lestari ,P., dkk. (2019). Hubungan kecerdasan emosi dengan prilaku memaafkan pada mahasiswa. Yogyakarta : Universitas Mercu Buana, Tesis.

Malahayati. (2010). Super Teens. Yogyakarta : Jogja Bangkit Publisher

McCullough, M .E, Worthington Jr, E. L., & Rachal, K. C. (1997). Interpersonal Forgiving in close relationship. Journal of Personality and Social Psychology, 73 (2), 321

McCullough, M.E.,Root,L. M.,& Cohen, A. D.(2006). Writing about Benefit of an Interpersonal Transgression Facilitates Forgivenness. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 74(5), 887-897. DOI :10.1037/0022-006X.74.5.887.

Mugrage, M. S. (2014). The Relationship Between Emotional Intellegence and Forgiveness. ProQuest LLC.

Santrock, J. W. (2002). Adolescence : Perkembangan Remaja Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga.

Santrock , J. W. (2007). Perkembangan Anak Jilid 1 edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangga.

Sonna, L. (2007). Memahami tentang membimbing anak remaja : sebuah Panduan bagi orang tu dalam menghadapi berbagai masalah. Bata : Karisma Publishing Group.

Worthington , E. L., Jr., & Wade, N. G. (1999). The Psychology Of Unforgiveness And Forgiveness And Implications For Clinical Practice. Jornal Of Social And Clinical Psychology, Vol 18 Hlm, 385-418.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.