(2) Margaretha Hanita
(3) Wawan Hari Purwanto
*corresponding author
AbstractGerakan Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang menuntut kemerdekaan atau pemisahan diri dari Indonesia dinilai sebagai ancaman serius bagi kedaulatan negara dan berpotensi kepada terjadinya disintegrasi bangsa yang sehingga harus diantisipasi secara dini. Gerakan KST di Papua memiliki sejarah panjang, namun sejak tahun 2000 mengalami transformasi yang awalnya hanya menggunakan tindak kekerasan kemudian dikolaborasikan dengan cara-cara lunak. Kemudian dengan semakin mudahnya akses internet dan mempertukarkan pesan melalui media sosial memudahkan kelompok Kelompok Separatis Teroris (KST) melancarkan aksi propaganda baik dengan target penduduk daerah, nasional maupun masyarakat internasional. Berbagai internasionalisasi isu Papua merupakan cara sistematis upaya mendukung disintegrasi Papua termasuk salah satunya menggunakan narasi terkait rasisme. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah analisis pola propaganda isu rasisme Papua di ruang Siber. Dengan demikian penelitian hanya dibatasi pada upaya menganalisis pola propaganda berkaitan dengan isu rasisme yang dilakukan di ruang siber, serta strategi – strategi yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi propaganda yang dilakukan oleh kelompok Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua.
KeywordsRasisme, Isu Papuas, Propaganda, Siber
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v9i5.2022.1561-1570 |
Article metrics10.31604/jips.v9i5.2022.1561-1570 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Creswell, J. W., & David, J. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In SAGE Publications Asia-Pacific Pte. Ltd.
Dennis, Mc Quail. 2004. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.
Fatimah, I. (2019). Pengaruh Media Sosial dalam Penyebaran Konten Propaganda Radikal. Diambil dari https://www.kompasiana.com/iskyfatimah/pengaruh-media-sosialdalam- penyebaran-konten-propaganda-radikal. Diakses pada tanggal 23 Desember 2019.
Fanon, Frantz. 1967. Black Skin, White Mask. Trans. Charles Lan Markmann. New York: Grove.
Grosfoguel, Ramon.2011. †What Is Racism?, Journal Of World-System Research. nomor 7.tt Vol.22
Lykke, Arthur F, 1997. “Defining Military Strategy†dalam Military Review No 77 Vol. 1
Mintzberg, H. (1994) The Rise and Fall of Strategic Planning. Free Press, New York.
Newman, D. M. (2012). Sociology Exploring the Architecture of Everyday Life (9th ed.). Los Angeles: SAGE, 405.
Nasution, M. Alfi Rajabi dan Surya Wiranto. 2020. Propaganda Issues of Racism Through Social Media to Trigger Social Violence in Papua and West Papua in 2019. Jurnal Pertahanan Vol 6 No. 2 (2020) pp. 212-224
Raharjo, A. (2018). Propaganda dan Pelaksanaan Pilpres 2019. Dari https://www.kompasiana.com/aryoraharjo/propaganda-dan-pelaksanaan-pilpres-2019#. Diakses pada tanggal 23 Desember 2019.
Rahman, M. T. (2011). Glosari Teori Sosial (PDF). Bandung: Ibnu Sina Press. hlm. 106. ISBN 978-602-99802-0-2.
Rumansara, Enos H. "Memahami Kebudayaan Lokal Papua : suatu Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua." Jurnal Ekologi Birokrasi, vol. 1, no. 1, 2015.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono, S. (2015). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung.
Thamrin, Mahandis Yoanata. 2019. Migrasi Manusia dan Perjalanan Sejarah Melanesia di Indonesia. Diakses melalui www.nationalgeographic.grid.id pada 1 November 2021
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download