*corresponding author
AbstractPemahaman konsep matematika membimbing siswa untuk menerapkan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran dan menerapkannya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua faktor yang mempengaruhi pemahaman konsep, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kedewasaan, kecerdasan dan motivasi, sedangkan faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan, sarana dan prasarana. Kemampuan siswa untuk memahami konsep dari dalam berkaitan dengan metakognisi, yang merupakan bagian dari berpikir kritis. Berdasarkan indikator pemahaman konsep matematika, siswa yang memiliki pemahaman konsep yang baik akan mampu memahami secara mendalam ide-ide matematika dalam konteks berbagai masalah. Perlu ditarik hubungan antara pemahaman konseptual dengan indikator metakognitif sebagai acuan dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, melalui connection mapping dapat menjadi pertimbangan guru dalam menentukan strategi pembelajaran, mengoptimalkan kemampuan siswa, dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Keywordspemahaman, konsep, matematika, metakognisi, koneksi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i7.2021.2048-2056 |
Article metrics10.31604/jips.v8i7.2021.2048-2056 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arifin, F., & Herman, T. (2018). Pengaruh pembelajaran e-learning model web centric course terhadap pemahaman konsep dan kemandirian belajar matematika siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 1-12.
Basri, H. (2018). Kemampuan kognitif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran ilmu sosial bagi siswa sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(1), 1-9.
Fauzi, K. M. A. (2011). Peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemandirian belajar siswa dengan pendekatan pembelajaran metakognitif di sekolah menengah pertama.
-.
Flavell, J. H. (1979). Metacognition and cognitive monitoring: A new area of cognitive–developmental inquiry. American psychologist, 34(10), 906.
Kesumawati, N. (2008). Pemahaman konsep matematik dalam pembelajaran matematika. Semnas Matematika dan Pendidikan Matematika, 2, 231-234.
Laili, N., Purwanto, S. E., & Alyani, F. (2019). Pengaruh Model Penemuan Terbimbing Berbantu LKPD terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMPN 6 Depok. International Journal of Humanities, Management and Social Science, 2(1), 14-37.
Mulyadi, M., Riyadi, R., & Subanti, S. (2015). Analisis kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi luas permukaan bangun ruang berdasarkan newman’s error analysis (NEA) ditinjau dari kemampuan spasial. Jurnal Pembelajaran Matematika, 3(4).
Ruseffendi, E. T. (2019). APAKAH TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET BERLAKU DI INDONESIA?. UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science), 3(2), 99-103.
Sagala, P. V., Wibawanta, B., & Appulembang, O. D. (2018). Hubungan antara kecerdasan spiritual (SI) dengan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMPK Kalam Kudus Yogyakarta pada pembelajaran matematika [The relationship between spiritual intelligence (SI) and cognitive learning outcomes of grade 8 students SMPK Kalam Kudus Yogyakarta in learning mathematics]. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 2(1), 22-33.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download